Breaking News:

WNI Positif Terkena Virus Corona

Peringatan Konfrensi Asia Afrika Terancam Ditunda karena Virus Corona

Peringatan Konferensi Asia Afrika ( KAA) ke-65 pada 18 April 2020 kemungkinan ditunda, mengingat semakin menyebarnya virus corona

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN
PENGIBARAN BENDERA - Warga menyaksikan prosesi pengibaran bendera negara peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (15/4/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peringatan Konferensi Asia Afrika ( KAA) ke-65 pada 18 April 2020 kemungkinan ditunda, mengingat semakin menyebarnya virus corona atau covid-19.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, pihaknya akan meminta kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk berkoordinasi dengan Kementrian Luar Negeri.

Dikatakan Mulyana, dalam peringatan KAA tersebut nantinya akan melibatkan banyak orang dari berbagai negara.

Pada peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) Ke-60 di Gedung Merdeka Bandung, Jumat (24/4/2015), tercatat 9 pesawat mendarat di Lanud Husein Sastranegara Bandung.
Pada peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) Ke-60 di Gedung Merdeka Bandung, Jumat (24/4/2015), tercatat 9 pesawat mendarat di Lanud Husein Sastranegara Bandung. (TRIBUN JABAR/SITI FATIMAH)

2 Warga Depok Positif Terinfeksi Virus Corona, Begini Tanggapan WHO

Ada 24 Warga Kota Bandung Dalam Pengawasan, 7 Orang Sudah Dinyatakan Sehat

Profesor Unair Klaim Temukan Anti- Virus Corona, Gubernur Jatim Langsung Apresiasi, Begini Risetnya

Sekelompok peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) di Pasuruan, Jawa Timur, menciptakan anti- virus corona.
Sekelompok peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) di Pasuruan, Jawa Timur, menciptakan anti- virus corona. (Tangkapan Layar YouTube KompasTV)

Bahkan, ujar Yana, dalam kegiatan KAA tahun ini diperkirakan, bakal ada seribu orang yang terlibat.

"Kota Bandung inikan Kota yang terbuka. Saya kemarin tugaskan ke bu kadis untuk konsultasi ke kementrian, apakah akan dijadwal ulang atau tetap dilaksanakan, atau seperti apa," ujar Yana, saat ditemui di Balai Kota, Selasa (3/3/2020).

Setelah Kadis Kebudayaan dan Pariwisata berkoordinasi dengan Kementrian luar negeri, kata Yana, pihaknya baru dapat menentukan langkah selanjutnya.

"Nanti kalau sudah ada keputusan, tinggal bagaimana kita mengantisipasi. Sekarang masih menunggu jawaban karena itu (penundaan atau pembatalan) kebijakan kementrian," katanya.

Warga Selandia Baru Sempat Transit di Bali dan Positif Virus Corona, Dinkes Lacak 9 Penumpang Lain

6 Pasien Diisolasi di RSPI Sulianti Saroso, 2 di Antaranya Warga Depok yang Positif Virus Corona

Selain KAA, ujar Yana, sejauh ini belum ada lagi kegiatan yang melibatkan banyak orang dari berbagai negara di Kota Bandung.

"Sekarang fokusnya ke KAA dulu, karena selain melibatkan banyak orang, tapi dari berbagai negara juga, banyak juga negara anggota asia afrika yang sudah terpapar," ucapnya.

Menurut Mulyana, tidak menutup kemungkinan resiko penyebaran virus corona itu ada. Pihaknya pun akan menyiapkan petugas untuk meminimalisir resiko menyebaran virus tersebut, andai KAA tetap digelar sesuai jadwal.

"Ya, selama kita berupaya hidup sehat Insya Allah, namanya penyakit mah kan dulu juga Sars, Mers, Flu burung parah juga, semuanya nyerang pernafasan juga, ya mungkin kembali lagi ke kitanya," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved