Meski Mematikan, Mayoritas Kasus Virus Corona Memiliki Efek Ringan dan Bisa Sembuh Total

Meski virus corona mematikan, 80 persen kasus tidak menyebabkan efek yang berat. Hal itu diketahui berdasarkan penelitian berskala besar di China.

Meski Mematikan, Mayoritas Kasus Virus Corona Memiliki Efek Ringan dan Bisa Sembuh Total
AFP/HECTOR RETAMAL
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. 

TRIBUNJABAR.ID – Meski virus corona Covid-19 mematikan, 80 persen kasus tidak menyebabkan efek yang berat. Hal itu diketahui berdasarkan penelitian berskala besar di China.

Meski begitu, gejala yang ringan juga membuat epidemi virus ini sulit dibendung.

Wabah Covid-19 memang menebar teror di seluruh dunia. Hampir 82.000 kasus dilaporkan dan 3.000 orang meninggal dunia.

Kendati demikian, para ilmuwan dan otoritas kesehatan memastikan satu hal: walau pun virusnya bisa mematikan, tetapi mayoritas orang yang terinfeksi sejauh ini hanya mengalami gejala yang ringan dan bisa sembuh total.

Hal itu penting untuk dipahami untuk mencegah kepanikan global yang tidak perlu dan mendapatkan gambaran yang lengkap tentang kemungkinan penularan.

“Mayoritas orang sekarang panik, dan sebagian besar malah meningkatkan risiko,” kata pakar virology dari Universitas Hongkong, Dr. Jin Dongyan seperti dikutip New York Times.

Dari 44.672 kasus virus corona yang dikonfirmasi di China menyebutkan, hampir 81 persen kasus bersifat ringan. Demikian menurut studi yang dipublikasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China.

Ini yang Dilakukan Dinkes Purwakarta untuk Antisipasi Wabah Virus virus corona

Ringan dan Kritis

Kasus Covid-19 dianggap ringan jika tidak melibatkan pneumonia, penyakit infeksi pada paru, atau ada komplikasi pneumonia ringan.

Ada dua kategori kasus, berat dan kritis. Kasus yang berat memiliki gejala sesak napas, saturasi oksigen darah rendah, atau gangguan paru. Sementara itu, kasus yang kritis ditandai dengan gagal napas, shock septik, atau disfungsi organ.

Halaman
123
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved