Breaking News:

Aqua Dwipayana Beri Motivasi Peningkatan Kualitas Kinerja bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan Tel-U

Pakar komunikasi sekaligus motivator nasional Dr. Aqua Dwipayana berbagi pengalaman serta kisah inspirasional kepada ratusan peserta

Penulis: Cipta Permana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Cipta Permana
Pakar komunikasi dan motivator nasional, Dr. Aqua Dwipayana memberikan motivasi dan berbagi pengalaman kepada para dosen dan tenaga kependidikan Tel-U, dalam acara forum inspirasi di Auditorium Tel-U, Selasa (3/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas kinerja dari para dosen dan tenaga kependidikannya, Telkom University ( Tel-U) menggelar kegiatan forum inspirasi bertajuk "Mewujudkan Budaya HEI Melalui Kerja Ikhlas, Kerja Cerdas dan Kerja Bermanfaat" di Auditorium Tel-U.

Dalam kegitan rutin tahunan tersebut, pakar komunikasi sekaligus motivator nasional Dr. Aqua Dwipayana berbagi pengalaman serta kisah inspirasional kepada ratusan peserta, yang dapat dijadikan contoh teladan dan motivasi dalam mengemban tugas juga amanah sebagai pendidik bagi para mahasiswa Tel-U saat ini dan di masa yang akan datang.

Dr. Aqua Dwipayana mengatakan, kegiatan pemberian motivasi seperti ini merupakan sesuatu hal penting yang perlu dilakukan bagi sebuah institusi penyelenggara pendidikan.

Publik Tunggu Kiprah Alumni Tel-U Nakhodai Telkomsel di Era Digital yang Penuh Tantangan

Terlebih, para tenaga dosen atau pendidik selama ini, harus terpaku pada rutinitas kerja harian yang secara terus menerus dan bertahun-tahun dilakukannya, sehingga bukan tidak mungkin menimbulkan adanya sifat kejenuhan dalam melaksanakan tugas kewajibannya.

Oleh karena itu, perlu adanya formulasi atau gagasan baru sebagai upaya menghadapi sifat kejenuhan tersebut, dan menjadi pribadi yang siap dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman sebagai seorang pendidik.

"Kondisi saat ini, para pendidik dihadapkan pada beragam tantangan dari perkemabangan zaman, salah satunya mahasiswa generasi milenial yang cenderung menginginkan sesuatu hal yang cepat namun berkualitas. Maka, sering saya sampaikan bahwa, sebagai seorang pendidik saat ini harus mampu menyeseuaikan dengan kondisi yang ada dan memaknai setiap pekerjaan yang dilakukan semata merupakan sebuah ibadah karena Allah," ujarnya usai acara di Auditorium Tel-U. Selasa (3/3/2020).

Dengan memaknai bahwa setiap pekerjaan merupakan sebuah ibadah lanjutnya, akan berimplikasi pada sifat positif yang bernama keikhlasan. Serta menghadapi berbagai dinamika persoalan kehidupan dan pekerjaan, sebagai suatu hal biasa yang memang harus dan akan dilalui oleh setiap jenis pekerjaan.

"Dengan dimilikinya sifat positif yaitu, keikhlasan hati, maka setiap tantangan akan mampu dilalui secara lebih mudah. Karena prinsipnya sebagai seorang pendidik yang memberikan layanan pendidikan bagi para mahasiswa, harus menyadari bahwa seluruh sivitas akademika di kampus ini, merupakan sebuah bagian dari keluarga mereka, selain keluarga dalam rumah tangganya di rumah," ucapnya.

Maka menurutnya, tidak ada satu persoalan di muka bumi ini yang tidak memiliki solusi dan tidak dapat terselesaikan melalui sebuah komunikasi. Oleh karenanya, terpenting adanya niat untuk menyelesaikan persoalan tersebut, serta mau menghargai keputusan orang lain, termasuk kebijakan dari Rektor selaku pemimpin manajemen di kampus.

Ia pun berpesan, agar para peserta harus menjadi orang yang baik kepada semua orang dan ramah dengan siapapun, agar mendapat predikat pemimpin teladan dimata rekan kerja dan dihadapan Allah Swt.

"Saya yakin dengan sikap dan cara kepemimpinan pak Adiwijaya (Rektor Tel-U) yang dilakukan selama ini, dapat menjadi role model dari seluruh sivitas akademikanya. Maka apa yang saya lakukan hari ini, hanya sebatas upaya penguatan saja, karena proses manajerial yang terjadi di Tel-U selama ini telah cukup baik dan akan semakin lebih baik lagi," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Tel-U, Prof. Adiwijaya menuturkan, dalam menghadapi era kemajuan perubahan yang sangat pesat seperti saat ini, sebuah kegiatan peningkatan motivasi menjadi sebuah keharusan yang dilakukan oleh semua aspek, tidak terkecuali di sektor institusi pendidikan.

"Bagi kami, untuk pembentukan sebuah culture selalu ada tiga proses yang harus dilalui yaitu, motivasi, capability, dan opportunity yang harus diperkuat satu sama lain. Terlebih, motivasi yang menjadi akar dari segalanya, karena tidak mungkin seseorang memiliki capability dan opportunity apabila tidak adanya motivasi yang dimiliki," ujarnya.

Oleh karena itu, selain motivasi yang dimiliki dari diri sendiri atau internal, tetapi juga perlu ditunjang dengan upaya penguatan motivasi secara eksternal, salah satunya melalui kegiatan forum inspirasi yang kami fasilitasi seperti ini.

"Saya berharap melalui kegiatan forum inspirasi seperti ini bisa memotivasi dan meningkatkan kualitas kinerja dari para dosen dan tenaga kependidikan Tel-U. Karena saya meyakini dengan dimilikinya sikap motivasi yang tinggi, setiap target yang ingin dicapai akan mampu terpenuhi dengan mudah," katanya. (Cipta Permana)

Persib Bandung Menang Telak Lawan Persela, Berikutnya Lawan Arema, Begini Apa Kata Bobotoh Hari Ini

Diving header striker Persib Bandung Wander Luiz dan selebrasi Geoffrey Castillion sukses membawa timnya menang 3-0 atas Persela Lamongan pada pekan pertama Shopee Liga 1 2020 yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (1/3/2020). (Foto: Tribunjabar.id/Deni Denaswara)
Diving header striker Persib Bandung Wander Luiz dan selebrasi Geoffrey Castillion sukses membawa timnya menang 3-0 atas Persela Lamongan pada pekan pertama Shopee Liga 1 2020 yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (1/3/2020). (Foto: Tribunjabar.id/Deni Denaswara) (Kolase Tribun Jabar)
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved