Sepatu Berbahan Serat Bambu, Tidak Bau, Antibakteri, Nyaman Dipakai, Harganya 700 Ribuan

INOVASI terus dilakukan oleh pengusaha sepatu untuk menjaga produksinya tetap berjalan. Pengusaha sepatu H Taufiq Rahman, MBA (52), misalnya. Dia beri

Sepatu Berbahan Serat Bambu, Tidak Bau, Antibakteri, Nyaman Dipakai, Harganya 700 Ribuan
Tribun Jabar/Januar P Hamel
Karyawan sedang membuat sepatu berbahan serat bambu di bengkel sepatu Jalan Sanggar Kencana VI, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (25/2/2020). 

INOVASI terus dilakukan oleh pengusaha sepatu untuk menjaga produksinya tetap berjalan. Pengusaha sepatu H Taufiq Rahman, MBA (52), misalnya. Dia berinovasi dengan membuat sepatu dari bahan yang tidak biasa, mulai dari kulit kodok hingga serat bambu.

Taufiq sudah lama membuat sepatu berbahan serat bambu. Dia mulai melakukannya pada  2013. Namun, dia mulai mengenal serat bambu sejak 2009 dengan membuat kaus kaki terbuat dari bahan yang sama.

Awalnya dia membuat bahan baku sendiri. Namun karena terlalu mahal ongkos produksinya, dia memutuskan untuk mengimpor dari Cina. "Di Cina, kan, serat bambu sudah diproduksi secara massal, jadi harganya bisa murah," kata Taufiq di bengkel sepatunya, Jalan Sanggar Kencana VI, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (25/2).

Perajin sepatu.
Perajin sepatu. (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

Menurut Taufiq sepatu yang diproduksinya merupakan buatan tangan dan satu-satunya di Indonesia. "Belum ngetren di Indonesia. Berbeda dengan di luar negeri yang sudah banyak yang memproduksinya," kata Taufiq.

Taufiq mengatakan bahan serat bambu merupakan bahan masa depan pengganti kapas. Untuk tekstil standarnya, memang, katanya masih kapas katun.

"Namun, kapas itu butuh lahan khusus,  sehingga diperkirakan pada tahun-tahun mendatang orang akan susah mencari lahan untuk kapas," katanya.

Menurutnya, lahan-lahannya sudah digunakan industri atau permukiman. "Iklim juga sering nggak ke kontrol karena ekstrem, jadi kapas itu sering gagal panen," katanya.

Tribun Jabar/Januar P Hamel
H. Taufiq Rahman, MBA (52), Ketua Umum Asosiasi Pengrajin Alaskaki Indonesia (APAI)
Tribun Jabar/Januar P Hamel H. Taufiq Rahman, MBA (52), Ketua Umum Asosiasi Pengrajin Alaskaki Indonesia (APAI) (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

Menurut Taufiq, serat bambu lebih baik daya serap keringatnya dari kapas. Di serat bambu juga, katanya, ada antibakteri. "Serat bambu membunuh bakteri, sehingga kalau dipakai tidak bau," ujarnya.

Taufiq mengatakan, dari dulu, para ahli meneliti tanaman-tanaman yang menghasilkan serat untuk tekstil dan yang seratnya paling mendekati kapas adalah serat bambu.

Sepatu serat bambu buatan Taufiq diekspor ke Belanda dan Malaysia, selain di pasar lokal. "Mereknya macam-macam, kalau di lokal kami jual dengan Bambu Studio. Ke Malaysia iya, tapi sekarang agak kurang karena krisis," katanya.

Pengusaha sepatu H Taufiq Rahman, MBA  (kanan) melihat karyawan yang sedang membuat sepatu berbahan serat bambu di bengkel sepatu Jalan Sanggar Kencana VI, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (25/2/2020).
Pengusaha sepatu H Taufiq Rahman, MBA (kanan) melihat karyawan yang sedang membuat sepatu berbahan serat bambu di bengkel sepatu Jalan Sanggar Kencana VI, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (25/2/2020). (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

Menurut Taufiq produksinya terus menurun karena krisis eknomi. Karyawan yang dulu sampai tujuh orang sekarang tinggal tiga orang.

Dulu, dia menjual produknya di toko-toko sepatu. Namun toko dan dept store yang biasa jadi langganannya sudah banyak yang tutup. Sekarang, memang, katanya, industri untuk retail mengalami penurunan.

Taufiq mengatakan, membuat sepatu dari bahan serat bambu merupakan cara dia untuk bertahan. "Kalau saya ikut bertempur dengan barang yang biasa, susah. Makanya saya ambil barang yang khusus. Memang nggak cukup besar, tapi lumayan, lah," katanya.

Taufiq menjual sepatunya per pasang Rp 799.000. (januar ph)

Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved