Intensitas Hujan Masih Tinggi, Perhutani Waspada Pohon Tumbang di Objek Wisata

Intensitas hujan masih tinggi, Perhutani mewaspadai pohon tumbang di objek wisata.

istimewa
Wisata Hutan Pinus Pal 16 di lahan Perhutani. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara hingga kini masih mewaspadai hujan deras disertai angin kencang.

Hujan dan angin kencang kerap membuat pohon tumbang, terutama di objek wisata.

Setidaknya, ada 33 objek wisata yang dikelola Perhutani KPH Bandung Utara di antaranya, Geger Bintang Terminal Wisata Grafika Cikole, Orchid Forest, Wisata Hutan Pinus Pal 16, dan Cikole Jayagiri Resort.

Hampir semua objek wisata Perhutani merupakan hutan lindung, sehingga selama musim hujan, mereka melakukan antisipasi pohon tumbang dengan cara merobohkan pohon-pohon yang sudah tua.

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin, mengatakan, selama musim hujan ini, pihaknya sudah merobohkan sebanyak 200 hingga 300 pohon yang kondisinya sudah tua dan rawan tumbang.

"Memang saat musim hujan potensi pohon tumbang sangat tinggi, tapi musim kemarau juga kalau anginnya kencang potensinya tetap pasti ada, jadi kami tetap waspada," ujarnya saat dihubungi, Senin (2/3/2020).

Atas hal tersebut, selama musim hujan ini pihaknya terus melakukan indentifikasi dan merobohkan pohon tua yang rawan tumbang, terutama di dekat jalan raya dan permukiman warga.

"Selama musim hujan ini, kami juga sudah mendapat perintah dari pimpinan agar melakukan indentifikasi pohon yang rawan tumbang atau kondisinya sudah tua," katanya.

Menurutnya, merobohkan pohon dilakuan agar tidak merugikan warga sekitar dan menjaga keselamatan warga agar tidak terjadi pohon tumbang yang menimpa rumah atau warga itu sendiri.

"Jadi kami bukan menebang, tapi hanya merobohkan dan nantinya pohon itu kita simpan saja sampai lapuk karena tidak boleh digunakan sama siapapun," ucap Komarudin.

Untuk mengganti pohon yang sudah dirobohkan, pihaknya dalam tahun ini menargetkan bisa menanam 640 ribu pohon di semua lahan termasuk objek wisata yang di kelola Perhutani.

Pria yang Tewas Dianiaya di Rumahnya Dikenal Baik dan Ramah

Tebing Setinggi 100 Meter Longsor di Sukatani Purwakarta, Ancam Jalan dan Permukiman Warga

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved