Senin, 1 Juni 2026

Hasil Kerja Keras, Azoo Moncer di Akademis dan Profesi, Dipercaya Maju Jadi Calon Ketua IKA Unpad

Dipercaya untuk maju sebagai calon Ketua IKA Unpad, selain akademiknya yang moncer, Azoo juga mampu menorehkan catatan ciamik di dunia profesional

Tayang:
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
Ary Zulfikar yang akrab disapa Azoo, moncer di akademis dan profesi, kini dipercaya maju jadi calon Ketua IKA Unpad. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - NAMA Dr Ary Zulfikar SH MH belakangan terus mencuat.

Selain menonjol karena berbagai prestasi yang ditorehkannya, sosok yang akrab disapa Azoo ini dipercaya untuk maju sebagai calon Ketua Ikatan Alumni Unpad ( IKA Unpad) tahun ini.

Tak heran banyak alumnus yang mengharapkan Azoo maju sebagai tampuk pimpinan IKA Unpad.

Calonkan Diri Jadi Ketua IKA Unpad, Ary Zulfikar Andalkan 4B

Ary Zulfikar yang akrab disapa Azoo, secara resmi mendeklarasikan sebagai calon Ketua Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran periode 2020-2024, di kawasan Dipatiukur, Sabtu (22/2/2020).
Ary Zulfikar yang akrab disapa Azoo, secara resmi mendeklarasikan sebagai calon Ketua Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran periode 2020-2024, di kawasan Dipatiukur, Sabtu (22/2/2020). (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Azoo didapuk memiliki berbagai visi dan misi yang dianggap visioner bagi kemajuan IKA Unpad.

Selain catatan akademiknya yang moncer, Azoo juga mampu menorehkan catatan ciamik dalam dunia profesional.

Ditemui Tribun, belum lama ini, Azoo mengatakan apa yang berhasil dicapainya selama ini adalah hasil dari sebuah upaya kerja keras yang tak pernah berhenti dilakukan.

Selain itu, dukungan berbagai pihak yang terus menitipkan kepercayaan kepadanya, menjadi sebuah obor yang menyala menerangi perjalanan karier dan hidupnya.

Sarjana Hukum Unpad lulusan 1994 itu sekarang dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Hukum Lembaga Penjamin Simpaman (LPS), lembaga yang bertugas untuk menjamin simpanan nasabah dan penanganan masalah resolusi bank.

Sebelum bergabung dengan LPS, Azoo mendirikan kantor konsultan hukum AZP Legal Consultants, yang didirikannya pada 1 Mei 2004.

IKA Unpad Selenggarakan Charity Golf Tournament 2019 Berhadiah Lucky Draw Satu Unit Mobil

Kantor AZP bergerak di bidang korporasi dan pasar modal, serta sering membantu pemerintah Indonesia, baik terkait penerbitan sukuk dan obligasi pemerintah Republik Indonesia, maupun pembiayaan infrastruktur di Kementerian BUMN Bidang Karya.

"Saya bersama dengan partner Jepang saya, Ryo Okawa, mendirikan usaha Fukuro, restoran Jepang di bilangan SCBD, Jakarta," katanya.

Peraih Magister Hukum UGM 2015 dan Program Doktor Unpad 2019, ini tercatat aktif mengajar di Fakultas Hukum Trisakti dan FH Pancasila.

Pada saat Indonesia dihantam krisis keuangan 1998 yang mengakibatkan pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Azoo dipercaya membantu Penanganan Resolusi Bank di BPPN.

Pada tahun 2000, dia ditunjuk sebagai satu di antara anggota tim hukum dalam persiapan pembentukan LPS, lembaga yang disyaratkan oleh UU Perbankan akibat adanya krisis perbankan untuk melindungi kepentingan nasabah penyimpan.

"Pada tahun 2002, saya diminta untuk menjadi kepala divisi yang menangani asset manajemen investasi di BPPN sampai Maret 2004," ucap Azoo.

Dari Wartawan Hingga Konsultan

Ary Zulfikar yang akrab disapa Azoo, moncer di akademis dan profesi, kini dipercaya maju jadi calon Ketua IKA Unpad.
Ary Zulfikar yang akrab disapa Azoo, moncer di akademis dan profesi, kini dipercaya maju jadi calon Ketua IKA Unpad. (Istimewa)

Ary Zulfikar tidak membayangkan sama sekali jika akhirnya dia akan menjadi seperti saat ini. Azoo dulu sempat bercita‑cita ingin menjadi wartawan. Alasannya, Azoo sangat tertarik mengikuti jejak sang ayah yang adalah seorang wartawan.

"Saya menganggap wartawan itu suatu profesi di mana bisa tahu segala hal sehingga bisa menjadi sumber informasi bagi semua orang. Makanya sejak SD, saya sudah terlibat dalam penerbitan majalah sekolah. Sampai kemudian saya juga terlibat dalam penerbitan majalah Fakultas Hukum Unpad, yaitu Majalah Vonis sebagai pemimpin redaksi," ujarnya.

Azoo kemudian mengenang sebuah cerita menarik dalam perjalanan penerbitan Majalah Vonis tahun 1990-an.

Waktu itu dia mengambil topik tentang "Golput" karena saat itu terjadi fenomena golput dalam setiap pemilu yang dilakukan rezim pemerintahan saat itu.

Niatnya baik, hanya menguraikan fakta yang terjadi di kalangan mahasiswa muda, mengapa fenomena itu terjadi.

"Gara-gara tulisan itu, kantor Majalah Vonis sempat didatangi Ditsospol dan mereka "mengambil" saya pada saat saya sedang mengikuti kuliah di ruang kelas untuk diwawancara. Saya dimintai keterangan alasan dan tujuan dari penerbitan dengan topik itu," katanya.

Namun, dalam perjalanannya, Azoo kemudian mulai tertarik juga dengan dunia hukum.

Pada tahun 1980‑an, profesi pengacara tidak terlalu diminati kebanyakan orang. Semua orang, ucap dia, selalu berminat ingin jadi bankir atau paling tidak bekerja di instansi pemerintah yang dianggap paling terjamin kehidupannya.

Mungkin karena dulu suka membaca buku‑buku detektif pada masa itu, membuat Azoo membulatkan tekad untuk mengambil jurusan Hukum.

"Karena orang tua saya wartawan dan hidup tidak berlelebihan, berpesan agar anak‑anaknya dapat masuk sekolah dan perguruan tinggi negeri," katanya.

Azoo adalah anak terakhir dari lima bersaudara yang dulu berdomisili di Jakarta. Namun, hatinya mendorong dia untuk sekolah di Bandung.

Bagi Azoo, Kota Bandung merupakan pilihan yang ideal untuk dia berkuliah. Selain itu, Azoo juga mau belajar lebih mandiri dengan kuliah merantau ke Bandung dari Jakarta.

"Pilihan saya waktu itu adalah Jurusan Fakultas Hukum dan yang kedua Perpustakaan. Keduanya di Unpad. Pertimbangan saya mengambil kedua jurusan itu, saya menganggap kedua jurusan itu yang mendekatkan saya pada buku‑buku literatur. Saya tidak mengambil pilihan ke universitas swasta apabila saya gagal di UMPTN. Alhamdulillah, saya dapat diterima di FH Unpad tahun 1989," ujarnya.

Selepas lulus dari FH Unpad, Azoo diterima bekerja di Kantor Hukum Kartini Muljadi & Rekan (KMR).

Kantor hukum ini dipimpin Kartini Mulyadi, mantan hakim yang menjadi notaris dan akhirnya menjadi konsultan hukum wanita yang cukup disegani.

"Dari beliau saya banyak belajar kedisiplinan dan ketelitian di kantor itu. Saya bahkan bisa menganalisa pasar modal dari kantor tersebut," ujar Azoo.

Tiga tahun bekerja di kantor KMR, Azoo kemudian memperdalam ilmu pasar modal dengan terjun langsung di SRO (Self Regulatory Organization), yaitu PT Kustodian Depository Efek Indonesia (KDEU).

Ini merupakan suatu lembaga kliring transaksi pasar modal sebelum berubah menjadi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Azoo pun terlibat dalam proses transisi dari perdagangan saham scrop (dengan warkat) menjadi scripless (tanpa warkat).

Selama 15 tahun menggeluiti dunia hukum, Azzo kemudian diminta kembali membantu LPS pada tahun ini.

Kantor konsultan yang didirikannya, AZP Legal Consultants, terdiri dari lima partner, yaitu tiga korporasi dan komersial, dan dua litigasi.

Kantor Azoo ini banyak membantu proyek‑proyek pembiayaan infrastruktur.

"Alhamdulilah Kantor AZP Legal Consultans termasuk top 30 Largest Konsultan Hukum versi Hukum Online. Saya juga dinobatkan oleh Asia Busines Law Journal sebagai Top 100 Indonesia Lawyer tahun 2018 dan 2019," katanya.

Empat Program Kerja sebagai Calon Ketua Ika Unpad

Ary Zulfikar yang akrab disapa Azoo, moncer di akademis dan profesi, kini dipercaya maju jadi calon Ketua IKA Unpad.
Ary Zulfikar yang akrab disapa Azoo, moncer di akademis dan profesi, kini dipercaya maju jadi calon Ketua IKA Unpad. (Istimewa)

DR Ary Zulfikar SH MH tercatat sebagai satu di antara calon ketua Ikatan Alumni (Ika) Unpad. Kepastian ini dikukuhkan melalui deklarasi resmi pencalonananya sebagai ketua Ika Universitas Padjadjaran periode 2020‑2024 belum lama ini di Bandung.

Azoo menyampaikan alasannya kenapa mencalonkan diri sebagai ketua Alumni Unpad, yakni ingin menjadikan alumni sebagai sesuatu kekuatan yang dapat bersinergi dengan civitas akademika.

"Tujuannya adalah untuk menciptakan kemandirian finansial dan wirausaha dalam mewujudkan kampus sebagai universitas unggul," kata Azoo.

Untuk mewujudkan visinya, Azoo menyodorkan empat hal yang menjadi indikator dan dikemas dalam 4 B, yakni bebenah, berkolaborasi, berkegiatan dan berkontribusi.

Bebenah maksudnya adalah melakukan identifikasi permasalahan dengan menggelar komunikasi dengan seluruh jaringan alumni dan Berkolaborasi melakukan identifikasi kekuatan alumni dengan pendekatan keahlian dan kompetensi.

"Berkegiatan adalah melakukan kegiatan dari berbagai disiplin ilmu dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, dan terakhir adalah berkontribusi melakukan kegiatan yang berdampak positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dalam rangka menjadikan kampus sebagai barometer pengembangan ilmu," ujar Azoo.

Untuk merelisasikan visi misinya tersebut, Azoo sudah menyusun empat progam kerja, pertama adalah melakukan konsolidasi jaringan dan alumni; kedua, pengembangan dan pemanfaatan jaringan alumni berdasarkan keahlian dan kompetensi; ketiga mengoptimalisasikan kegiatan jejaring alumni untuk memberdayakan universitas sebagai pusat pengetahuan, penelitian dan pengabdian masyarakat; dan keempat optimalisasi hubungan dengan lembaga atau pemangku kebijakan atas program kegiatan yang dapat diaplikasikan dan berdaya guna bagi masyarakat. (adv/kemal setia permana)

Artikel ini telah tayang di koran Tribun Jabar edisi Minggu (1/3/2020) dengan judul:  Hasil dari Upaya Kerja Keras - Azoo Moncer di Dunia Akademisi dan Profesional

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved