Pemda KBB Pinjam Dana Rp 285 Miliar ke Perusahaan BUMN, Dicicil Selama 3 Tahun

Pinjaman sebesar itu akan digunakan untuk membiayai peningkatan dan pembangunan jalan kabupaten sepanjang 71 kilometer

ist
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara saat melakuan MoU dengan PT SMI. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminjam uang sebanyak Rp 285.500.400.000 ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibawah Kementerian Keuangan, yakni PT Sarana Multi Insfrastruktur (SMI).

Kepastian pinjaman itu sudah dilakukan dengan penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of undertanding (MoU) antara Pemkab Bandung Barat dengan PT SMI di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Jumat (28/2/2020).

Pinjaman sebesar itu akan digunakan untuk membiayai peningkatan dan pembangunan jalan kabupaten sepanjang 71 kilometer dan nantinya Pemda KBB harus menyicil selama 3 tahun pembayaran dengan bunga 6,23 persen.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara mengatakan, dengan adanya pinjaman daerah itu dalam satu tahun, jalan sepanjang 71 kilometer di KBB bisa selesai dibangun dan semuanya akan dilebarkan 4-10 meter serta diharapkan bisa merangsang pertumbuhan ekonomi, pariwisata dan pertanian.

"Uang pinjaman itu akan difokuskan untuk infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah selatan. Tapi kita juga memikirkan bagaimana membayar pinjamannya," ujar Aa Umbara.

Untuk membayar pinjaman itu, pihaknya merencanakan pada tahun ini membuka tiga objek wisata baru di wilayah selatan dan dengan akses jalan yang bagus, wisatawan diharapkan akan banyak yang mengunjungi objek wisata tersebut.

"Jadi, salah satu pendapatan dari pengembangan objek wisata di selatan itulah yang akan kita gunakan untuk membayar bunga pinjaman," katanya.

Sementara untuk membayar pokok pinjaman, kata Aa Umbara bisa dengan mengurangi anggaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) karena kebutuhan anggaran pada PUPR untuk infrastruktur jalan sudah tuntas tahun ini.

"Selama ini anggaran perbaikan jalan sangatlah terbatas. Tahun-tahun berikutnya PUPR tak membutuhkan anggaran pembangunan. Jika ada tentu hanya anggaran perawatan dan perbaikan yang tidak sebesar membangun," ucapnya.

Menurutnya, dengan adanya uang pinjaman itu seluruh proyek perbaikan jalan dan jembatan sudah bisa dilelangkan dan pada April nanti sudah mulai masuk pada pengerjaan fisik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) KBB, Anugerah mengatakan, uang pinjaman itu untuk membangun Jalan Selacau-Cililin, Cililin-Sindangkerta, Sindangkerta-Celak, Celak-Gununghalu, Bunijaya-Cilangari, Cilangari-Cisokan dengan total panjang 52,37 kilometer.

"Indikatif nilai proyek Rp 197.518.937.000, termasuk pembangunan Jembatan Tajim. Sisanya untuk jalan Rancapanggung-Cijenuk, Cijenuk-Sarinagen, Sarinagen-Baranangsiang total panjang 19,9 kilometer dengan indikatif nilai proyek RP. 87.981.441.000," ujarnya.

Direktur PT SMI (Persero) Darwin Krisna Djayawinata mengatakan, pola pembiayaan ini menjadi alternatif daerah memiliki insfrastruktur dalam waktu yang singkat dan KBB juga mendapat bunga paling rendah dari pada 62 daerah lain yang telah menjalin kerjasama dengan PTSMI.

"Sesuai kesepakatan pembayaran cicilan dilakukan dalam 3 tahun anggaran, setiap tahun KBB harus membayar sekitar Rp 98 miliar termasuk suku bunga," katanya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved