Jadi Sumber Ekonomi Baru, Jabar Didorong Bentuk Holding Pesantren

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, mendorong pembentukan holding pesantren di Jawa Barat.

Jadi Sumber Ekonomi Baru, Jabar Didorong Bentuk Holding Pesantren
Istimewa
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, mendorong pembentukan holding pesantren di Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, mendorong pembentukan holding pesantren di Jawa Barat.

Hal tersebut guna mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren sebagai basis arus ekonomi Indonesia.

Selain itu, adanya holding ekonomi pesantren di Jabar dapat memberikan berkontribusi luas (inklusif) dan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herawanto mengatakan, pembentukan holding pesantren ini bertujuan untuk mendudukan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mandiri dan mendorong aktivitas unit usaha pesantren dalam skala yang lebih luas.

Bank Indonesia Perwakilan Jabar Waspadai Dampak Virus Corona pada Perkembangan Ekonomi Jawa Barat

"Hal tersebut juga sejalan dgn strategi pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang digagas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk mendorong kemandirian pesantren melalui program OPOP kepada sekitar 1074 pondok pesantren di Jawa Barat," katanya di Bandung, Jumat (28/2/2020).

Ia mengatakan, tujuan dari program holding pesantren sendiri antara lain Mendorong integrasi bisnis antar pesantren dan antar wilayah di seluruh Indonesia, dan mendorong peningkatan kapasitas ekonomi pesantren, serta mendorong variasi sumber pendanaan pesantren sebagai lembaga pendidikan agar tidak hanya menggantungkan kepada dana internal,

Selain itu, katanya, untuk mendorong terbentuknya pasar bersama dengan melalui pemanfaatan potensi antar pesantren terutama dalam rangka memenuhi kebutuhan sendiri dan peningkatan perdagangan antar pesantren.

"Hal ini juga untuk mendorong peningkatan akses ke lembaga keuangan syariah baik komersial maupun sosial dan utilisasi dana ZISWAF," katanya.

WeChat Pay Sudah Berlaku di Indonesia Mulai 1 Januari 2020, Ini Penjelasan Bank Indonesia

Menurutnya, KPwBI Jawa Barat sebagai akselerator di daerah perlu memastikan potensi pengembangan unit usaha sesuai dengan sektor yang potensial untuk dikembangkan.

Salah satunya di Jawa Barat adalah sektor Pertanian atau agrobisnis. Karena potensi permintaan pasar atas kualitas produk pertanian yang tinggi saat ini tidak hanya datang dari wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, namun juga dari luar negeri.

Salah satu pesantren tersebut yakni Ponpes Al Ittifaq. Ponpes ini merupakan salah satu ponpes pionir di Jawa Barat yg berfokus pada pengembangan sektor pertanian, yang diharapkan dapat menjadi penggerak pondok pesantren lainnya yang memiliki potensi yg sama untuk mendukung pembentukan produk pertanian unggulan pada holding pesantren Jawa Barat.

"Sehingga pada akhirnya dapat memenuhi permintaan pasar atas produk pertanian berkualitas tinggi," katanya.

Ia menambahkan, pembentukan holding pesantren ini merupakan salah satu implementasi dari Program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren yang telah diimplementasikan Bank Indonesia kepada lebih dari 300 pesantren secara nasional sejak 2017.

"Ke depan, tantangan dan peluang dalam pembentukan holding pesantren terutama terkait sertifikasi halal produk, digitalisasi, kolaborasi organisasi dan produk unggulan dari holding pesantren Jawa Barat," katanya. (siti fatimah)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved