Penabrak Ibu Hamil Hingga Tewas Terbukti Tak Punya SIM, Mengapa Polisi Tidak Menahan?

Hal tersebut terungkap saat yang bersangkutan diperiksa oleh pihak kepolisian di Polres Jakarta Barat sejak Senin (24/2/2020) lalu.

Editor: Ravianto
Instagram @viralterkini99
Rekaman CCTV yang memperlihatkan mobil menabrak seorang ibu hamil dan suaminya 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kanit Laka Satwil Jakbar AKP Teguh mengatakan pengendara mobil Toyota Rush, Firda Meisari yang menabrak ibu hamil dan kandungannya hingga tewas di Palmerah, Jakarta Barat, tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Hal tersebut terungkap saat yang bersangkutan diperiksa oleh pihak kepolisian di Polres Jakarta Barat sejak Senin (24/2/2020) lalu.

"Betul, untuk sementara yang bersangkutan (diketahui) belum mempunyai SIM," kata Teguh kepada awak media, Jumat (28/2/2020).

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Teguh mengatakan, Firda melanggar pasal 281 tentang kepemilikan SIM saat mengemudi.

"Dikenakan pasal pasal 281 tidak mempunyai SIM. Hukumannya denda aja," ungkap dia.

Sementara itu, sanksi pidana yang disangkakan kepada tersangka adalah pasal 310 ayat 3 jo 310 ayat 4 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ mengenai kelalaian dalam mengemudi hingga membuat kehilangan nyawa.

"Tindak pidananya pasal 310 LLAJ," pungkasnya.

Hingga kini, Firda telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penabrakan tersebut.

Namun, penangguhan penahanan yang bersangkutan dikabulkan oleh pihak kepolisian lantaran pelaku kooperatif.

Sebelumnya, aparat kepolisian menangkap pengendara mobil Toyota Rush warna hitam yang menabrak seorang ibu hamil 5 bulan berinisial ER (26) di jalan Palmerah Utara IV RT 13 RW 06 dekat Vihara Metta, Jakarta Barat pada Sabtu (22/2/2020) lalu sekira pukul 13.23 WIB.

Sebelumnya, video peristiwa naas itu sempat terekam Closed Circuit Television (CCTV) dan tersebar di media sosial.

Ketika itu, korban yang tampak tengah berjalan disambar kendaraan minibus dari arah belakang hingga menabrak tiang.

"Iya benar, pelaku berinisial FMS ditangkap. Penyidikan laka lantas tersebut ditangani Satlantas Wilayah Jakbar," kata Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar kepada awak media, Kamis (27/2/2020).

Fahri mengungkapkan, kejadian bermula saat pelaku tengah memarkirkan mobil maticnya tersebut di pinggir jalan dalam keadaan menyala.

Saat hendak menjalankan mobilnya, pelaku diketahui melakukan human error.

"Pelaku memasuki Gigi D untuk berjalan, mobil jalan perlahan dan maksud pelaku hendak menginjak pedal rem ternyata yang diinjak adalah pedal gas," jelasnya.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved