Breaking News:

Partai Golkar Jabar Rekrut Milenial, Siapkan Jubir yang Piawai Komunikasi dengan Banyak Kalangan

Kandidat Ketua DPD I Partai Golkar Jabar 2020-2025, Ade Barkah Surahman, mengatakan Partai Golongan Karya

dok.tribun jabar
Ade Barkah Surahman 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kandidat Ketua DPD I Partai Golkar Jabar 2020-2025, Ade Barkah Surahman, mengatakan Partai Golongan Karya semakin memantapkan diri sebagai partai modern yang paling siap mengahadapi persaingan politik di era revolusi industri 4.0. Berbagai gagasan baru terkait hal itu berkembang menjelang Musda Golkar Jabar, Maret 2020.

Wakil Ketua DPRD Jabar ini mengatakan berbagai ide dan gagasan baru itu akan ditransformasikan menjadi jurus-jurus baru politik yang kompatibel dengan era industri 4.0.

“Formulasinya masih terus kita matangkan. Jurus baru itu akan makin memantapkan Golkar sebaga partai modern yang siap menghadapi era industri 4.0. Ini sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang demikian concern terhadap isu era industri 4.0,” kata Ade, yang juga merupakan Sekretaris DPD Golkar Jabar di Bandung, Jumat (28/2/2020).

Untuk mewujudkan itu, kata Ade, Partai Golkar akan semakin banyak membutuhkan kader-kader baru yang potensial, khususnya dari kalangan milenial. Untuk itu perlu ada kajian strategis dan taktis bagaimana cara meraih kader-kader baru tersebut terutama di kalangan milenial yang demkian besar jumlahnya.

Kejari Bandung Akui ada Tahanan Kabur, Serli Herawati Diminta Menyerahkan Diri

‎”Selama ini kader‎ Partai Golkar identik dengan mereka yang berusia 35 tahun ke atas. Kami sadar betul bahwa Partai Golkar butuh kader-kader baru yang bisa menjadi favorit bagi kawula muda. Untuk itu, kami akan siapkan para influencer untuk meraih kader baru tersebut. Kita juga akan siapkan semacam juru bicara yang mampu melakukan komunikasi politik dengan berbagai kalangan, terlebih dengan kalangan muda milenial," kata Ade.

Ade mengatakan banyak mahasiswa dan siswa sekolah menengah atas yang bisa diberdayakan untuk masuk di Golkar. Mereka bisa dilatih sedemikian rupa agar pandai berkomunikasi, khususnya pada bagian public speaking.

"Masing-masing dari DPC se-Jabar harus siapkan para juru bicara untuk kawula muda ini. Mengapa demikian, karena dengan juru bicara kawula muda ini lebih bisa diterima oleh kawula muda itu sendiri. Khususnya jelas kalangan milenial," katanya.

Detik-detik Ular King Kobra Garaga Dilepaskan Panji Petualang di Alam Tersembunyi,Prosesnya Dramatis

Meski menjadi partai modern, lanjut Ade, tetap semua berbasis pada nilai-nilai ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan dan nilai-nilai agama yang selama ini dipegang teguh oleh Partai Golkar.

"Tapi tetap akan disesuaikan dengan gaya-gaya milenial semisal optimalisasi media sosial, pembentukan komunitas-komunitas kekinian hingga ke bidang religi yang diterima anak-anak muda," katanya.

Misalnya, kata Ade, dengan membuat komunitas skateboard atau komunitas pecinta kopi Partai Golkar. Bisa juga kbuat pecinta K-POP, pecinta game semisal Mobile Legend atau PUBG, yang semuanya difasilitasi Partai Golkar.

"Mereka tidak hanya berkumpul senang-senang, kita adakan training di tiap-tiap kabupaten kota tentang cara berpolitik dengan baik. Saya juga akan tekankan politik Partai Golkar Jabar akan lebih memikirkan kepentingan orang banyak," katanya.

Sementara ini, kata Ade, Partai Golkar Jabar akan meminta ketua DPD kabupaten/kota untuk merekrut anak-anak muda potensial ini.

"Awalnya jelas, kita harus punya para juru bicara andal yang paham permasalahan kekinian. Jadi mereka para jubir ini harus merepresentasikan pola pikir milenial," katanya.

Turnamen Adipura Cup Kembali Diselenggarakan di Tahun 2020

Tujuannya kata Ade, agar para kader Partai Golkar baru‎ ini setidaknya bisa bertanya dengan gaya kekinian pada para jubir.

"Mereka bisa bertanya apa itu Partai Golkar Jabar dan dijawab dengan fasilitas-fasilitas menarik untuk menunjang hobi dari kaum milenial ini," katanya.

Selain itu, bidang religi menjadi amat penting bagi kaum milenial, karena meski dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, makin banyak anak-anak milenial yang kini taat beragama

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved