Breaking News:

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Majalengka Bantu Petani yang Gagal Panen

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka membantu para petani

tribunjabar/eki yulianto
Kondisi sawah di Kecamatan Ligung yang terendam banjir dan terancam gagal panen 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka membantu para petani yang terancam gagal panen.

Musibah banjir yang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Majalengka dipastikan berdampak terhadap lahan pesawahan.

Bahkan, nenerapa petani memprediksi dampak yang akan dirasakan, yakni gagal panen.

Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui DKP3 telah melakukan tindakan guna meringankan beban para petani yang menjadi korban banjir.

"Langkah yang dilakukan dinas, yang utama adalah lagi menginventarisir yang kena musibah kebanjiran. Kami lagi data, kami ajukan, barangkali bisa membantu benih untuk musim tanam berikutnya," ujar Kepala DKP3 Majalengka, Iman Firmansyah, Jumat (28/2/2020).

Tahanan Kejari Bandung yang Kabur Saat Mau Sidang, Sudah Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Kasus Pencurian

Firman mengatakan, pihaknya terus mengupayakan agar para petani yang belum mendaftar Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP) bisa mendapatkan bantuan benih untuk musim tanam berikutnya.

Terlebih, dirinya juga berharap para petani bisa menjadi bagian dari peserta AUTP.

Sehingga, jika petani mengalami musibah serupa, tidak terlalu menderita kerugian.

"Kami berharap semua petani yang bercocok tanam padi masuk asuransi AUTP. Pembayarannya itu per musim, hanya Rp 36 ribu per hektar. Kalau sekarang, kaya musibah kena kebanjiran itu bisa ada penggantian per hektarnya Rp 6 juta," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved