Warga Gerebek Warung Penjualan Obat-obatan Terlarang di Cihideung, Polisi: Seharusnya Lapor ke Kami

Kompol Ikhwan Heriyanto mengkonfirmasi aksi warga Cihideung itu dan pihaknya memang telah menerima semua barang bukti

Warga Gerebek Warung Penjualan Obat-obatan Terlarang di Cihideung, Polisi: Seharusnya Lapor ke Kami
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Ilustrasi obat-obatan terlarang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PARONGPONG- Warga Cihideung RT 03/15, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggerebek sebuah warung yang ada di wilayah tersebut.

Warung di Desa Cihideung itu diduga menjual obat-obatan terlarang.

Dari penggerebekan yang dilakukan pada Selasa (25/2/2020) itu, mereka mengamankan barang bukti sebanyak 943 butir obat-obatan yang terdiri dari 154 butir tramadol, 439 butir excymer dan 350 butir trihexyphenidyl.

Kapolsek Cisarua, Kompol Ikhwan Heriyanto, mengkonfirmasi aksi warga Cihideung itu dan pihaknya memang telah menerima semua barang bukti yang diserahkan dari warga tersebut.

"Betul, pada Selasa ada warga yang menyerahkan sekitar 943 butir obat-obatan terlarang," ujarnya ketika dikonfirmasi, Kamis (27/2/2020).

Penggerebekan warga tersebut bukan tanpa alasan, karena selain menjual obat-obatan terlarang, warung itu juga kerap dijadikan tempat nongkrong anak-anak punk, sehingga membuat warga resah.

Bawa Jenglot Saat Rampok, Dipukuli 10 Orang Tanpa Terlihat Luka, Ini Pengakuan Perampok di Bandung

Ruben Sanadi Sebut 3 Tim yang Bakal Bikin Kejutan di Liga 1 2020

Menurut Ikhwan hal tersebut seharusnya tidak dilakukan warga meskipun niatnya untuk mencegah perederan obat terlarang di wilayah tempat tinggal masyarakat.

"Itu salah karena warga tidak berwenang melakukan penggerebekan," katanya.

Penggerebekan yang dilakukan oleh warga pada malam hari itu hanya mengambil barang bukti obat-obatan tanpa membawa atau mengamankan pemilik obat-obatan tersebut.

Menurut Ikhwan, jika warga mencurigai ada pengalahgunaan narkoba atau obat-obatan terlarang di lingkungannya, maka bisa diinformasikan pada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

"Kalau polisi memang kewenangannya karena ada surat tugas. Kalau asal gerebek, nanti apotek atau toko obat biasa yang jual obat-obat berbahaya juga boleh digerebek," ucapnya.

Untuk barang bukti obat-obatan terlarang itu, kata Ikhwan sudah diserahkan oleh Polsek Cisarua ke Satresnarkoba Polres Cimahi dan pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi, tapi warungnya tutup dan pemiliknya juga tidak ada.

Kasatresnarkoba Polres Cimahi, AKP Sugeng Heriyadi, mengatakan terkait hal ini pihaknya tidak bisa menindaklanjuti temuan tersebut karena tidak ada pelakunya.

"Harusnya laporan ke kami, kalau sudah begini tidak bisa apa-apa, karena barang bukti ada tapi pelakunya tidak," kata Sugeng Heriyadi.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved