Selokan Ciparakan Meluap, Puluhan Rumah di Desa Sukahurip Ciamis Tergenang Banjir

hujan lebat yang mengguyur Ciamis membuat Selokan Ciparakan (anak Sungai Citalahab) meluap menggenangi kebun, kolam, halaman puluhan rumah dan jalan

Selokan Ciparakan Meluap, Puluhan Rumah di Desa Sukahurip Ciamis Tergenang Banjir
Istimewa
Selokan Ciparakan (anak Sungai Citalahap) meluap dipicu hujan lebat dan gelontoran air bercampur lumpur dari arah hulu Bukit Geger Bentang, Kamis (27/2/2020). Luapan itu mengenangi ruas jalan raya, jalan kampong dan halaman rumah warga di Dusun Ciparakan dan Dusun Sambongjaya Desa Sukahurip Pamarican Ciamis. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS- Hujan lebat yang mengguyur Ciamis membuat Selokan Ciparakan (anak Sungai Citalahab) meluap menggenangi kebun, kolam, halaman puluhan rumah dan jalan di Dusun Ciparakan dan Dusun Sambong Jaya Desa Sukahurip Pamarican Ciamis, Kamis (27/2/2020) sore.

“Jalan raya Kertahayu – Pamarican juga terkenang air berlumpur sampai setinggi ban motor. Jadi banjir luapan selokan Ciparakan saat hujan masih mengguyur mulai pukul 15.30 WIB, menjelang petang ini genangan banjir sudah mulai surut. Kondisi jalan masih licin karena banyak lumpur. Motor sudah bisa lewat tapi harus hati-hati karena jalan licin banyak lumpur,” ujar Turiman, tokoh masyarakat Desa Sukahurip, ketika dihubungi Tribun Kamis (27/2/2020).

Ruas jalan raya Kertahayu – Pamarican yang sempat tergenang banjir bercampur lumpur tersebut sekitar 200 meter mulai dari arah BBUG sampai kea rah belokan.

Tinggi luapan air Selokan Ciparakan yang menggenangi jalan utama tersebut mencapai lutut orang dewasa atau setinggi ban sepeda motor.

“Kalau maksa lewat bisa, tapi harus hati-hati. Mobil besar seperti truk dan bus tak terlalu masalah. Mobil sedan maupun  sepeda motor memang sulit lewat. Itu tadi tapi sekarang sudah surut, tapi masih banyak lumpur,” katanya.

Si Jalak Harupat Kemungkinan Tak Bisa Jadi Homebase Persib Bandung Selama Semusim Penuh

Arab Saudi Setop Sementara Kunjungan Umrah, 10 Warga Ciamis Terancam Batal ke Tanah Suci

Menurut Turiman, banjir luapan selokan Ciparakan disertai lumpur tersebut sering terjadi setiap musim hujan, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Paling parah terjadi pada 2017, banyak rumah yang terdampak banjir bandang luapan Sselokan Ciparakan tersebut. Paling parah terjadi di Dusun Ciparakan.

Relawan Tagana Pamarican yang juga warga Dusun Ciparakan Desa Sukahurip, Baehaki Effendi, menyebutkan banjir bandang luapan selokan Ciparakan  Kamis (27/2/2020) sore tersebut dipicu hujan lebat dan gelontoran air beserta lumpur dari hulu dari Bukit Geger Bentang.

“Kejadian-kejadian sebelumya juga begitu, luapan selokan Ciparakan terjadi karena hujan lebat dan gelontoran air bercampur lumpur dari arah hulu Bukit Geger Bentang,” ujar Baehaki Effendi kepada Tribun.

Luapan selokan Ciparakan tidak hanya menggenangi jalan besar, juga jalan dusun serta kebun berikut halaman puluhan rumah di Dusun Ciparakan dan Dusun Sambong Jaya Desa Sukahurip.

“Rumah yang kena banyak menyebar di banyak RT di kedua dusun. Belum dihitung, kalau jumlah penduduk (kedua dusun) sekitar 400 KK,” katanya.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved