Pejabat KBB yang Terjerat Kasus Korupsi Perekrutan TKK Diberhentikan Sementara

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan telah memberhentikan sementara seorang pejabat

Tribunjabar/Mega Nugraha
Pengadilan Tipikor Bandung menyidangkan perkara korupsi dengan terdakwa aparatur sipil negara (ASN), 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan telah memberhentikan sementara seorang pejabat Dinas Arsip dan Perpustakaan yang terjerat kasus korupsi perekrutan tenaga kerja kontrak (TKK).

Pejabat tersebut yakni Tatang Sudrajat selaku Kepala Bidang Kearsipan dan Perpustakaan pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Pemkab Bandung Barat. Kasus ini telah disidangkan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung, Rabu (26/2/2020).

Kasubid Pembinaan Pegawai, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KBB, Yunita Nur Fadilla mengatakan, pemberhentian sementara itu sampai adanya keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

"Nanti kalau sudah ada putusan pengadilan bakal ada pemberitahuan dari bagian hukum Setda ke kita," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Kamis (27/2/2020).

Untuk saat ini, kata Yunita, pejabat tersebut masih mendapkan gaji sebesar 50 persen, namun untuk berbagai tujangan yang biasanya didapatkan oleh ASN, saat ini sudah dihentikan.

Tahanan Tanpa Status Jelas, Tak Boleh Lama-lama di Dalam Lapas, Membebani Anggaran

"Karena statusnya masih pemberhentian sementara diberikan 50 persen dari gajinya. Tapi kalau dinyatakan tidak bersalah nanti kita rapel," kata Yunita.

Yunita mengatakan, jika pejabat tersebut dinyatakan bersalah, pihaknya memastikan Tatang Sudrajat akan dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) karena dia telah melanggar aturan ASN.

"Saat ini kita masih nunggu salinan putusan dulu, tapi kalau sudah vonis juga kita gak tahu apakah ada upaya hukum berikutnya atau tidak," katanya.

Sebelumnya, Jaksa Kejati Jabar, Erry Ernawati Soeryadi mengatakan, Tatang bersama Iwan Bakti, terdakwa lainya melakukan atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu.

"Menerima uang Rp 25 juta dari pelamar tenaga kerja kontrak di Kabupaten Bandung Barat," ujar Erry.

Viral, Gadis Asal Cirebon Ini Temukan Jodoh dari Perkenalan di Twitter, Berawal dari Saling Dukung

‎Jaksa menerangkan, kasus itu bermula pada 10 Desember 2019, seorang pria bernama Bayu Kencana Wijaya hendak melamar sebagai tenaga kerja kontrak di Pemkab Bandung Barat bersama temannya, Roni. Di perjalanan, keduanya bertemu Iwan Bekti.

"Iwan Bekti mengaku saudara dari Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Pemkab Bandung Barat. Manjanjikan pada Bayu bisa membantu meloloskan lamaran tersebut," ujar Jaksa.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved