Breaking News:

Jemaah Sudah Pegang Visa Siap Berangkat, Penyedia Jasa Layanan Umrah Pun Bingung

Merebaknya kasus virus corona di berbagai negara, turut berdampak pada pelaksanaan ibadah umrah. Pemerintah

Penulis: Cipta Permana | Editor: Ichsan
Dok. Tribun Jabar
Jemaah umrah mengeliling Kabah di Mekkah, Saudi Arabia, Kamis (20/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Merebaknya kasus virus corona di berbagai negara, turut berdampak pada pelaksanaan ibadah umrah. Pemerintah Arab Saudi pun telah mengeluarkan kebijakan sementara tidak menerima kedatangan para jemaah dari luar wilayah Arab sebagai langkah pencegahan dari virus tersebut.

Kondisi ini pun turut berdampak bagi para penyedia layanan jasa umrah dan haji di Kota Bandung, dimana para jamaahnya mulai mengkhawatirkan berubahnya jadwal keberangkatan mereka ke baitullah.

Direktur Utama Qiblat Tour, Wawan R. Misbach mengaku, cukup kebingungan untuk menjelaskan kondisi tersebut kepada para jemaahnya. Pasalnya, sekitar 150 jamaahnya sudah memegang visa dan dijadwalkan akan berangkat umrah pada awal Maret nanti.

Bahkan, guna memastikan kejelasan kebijakan tersebut, dirinya saat dikonfirmasi menuturkan, sedang dalam perjalanan menuju Kementerian Agama di Jakarta. Serta akan segera berkomunikasi dengan otoritas maskapai penerbangan juga kedutaan besar Indonesia untuk Arab Saudi terkait penangguhan visa ini.

Daftar Harga Smartphone Vivo dari yang Paling Murah, Ada yang Rp 2 Jutaan

"Terkait penangguhan visa itu memang benar menjadi keputusan pihak kerajaan Arab Saudi. Saat ini saya sedang dalam perjalan menuju ke Jakarta, guna membahas perihal tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (27/2/2020).

Meski cukup kecewa dengan kebijakan larangan yang dikeluarkan secara mendadak oleh otoritas Pemerintah Arab Saudi, namun pada akhirnya dirinya harus menerima, karena masalah ini merupakan force major dari upaya menjaga keselamatan dan kesehatan para jamaah dari paparan virus corona.

Oleh karena itu, saat ini pihaknya tengah berupaya untuk memberikan penjelasan secara detail kepada para jemaahnya.

"Kami menerima hal ini, sekarang kami fokus bagaimana menenangkan dan memberi pemahaman ke jamaah. Apalagi di awal Maret besok kami akan memberangkatkan 150 jamaah yang sudah memegang visa, penjelasan detail ke jamaah menjadi prioritas kami," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Managing Director dari Rihla Wisata, Nicky Putra Jr Rangkuti. Menurutnya, dampak dari kebijakan larangan umrah tersebut, membuat beberapa jamaahnya ragu akan kepastian jadwal keberangkatan ibadahnya. Terlebih sekitar 120 orang jamaahnya dijadwalkan berangkat pada tiga kloter penerbangan yaitu, tanggal 2, 3, dan 4 Maret nanti.

Daftar Harga Smartphone Vivo dari yang Paling Murah, Ada yang Rp 2 Jutaan

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved