Dampak Virus Corona, Industri Tekstil di Tanah Air Terhambat Pasokan Bahan Baku

Wabah virus corona hingga kini masih menjadi persoalan bagi pelaku industri tekstil.

Dampak Virus Corona, Industri Tekstil di Tanah Air Terhambat Pasokan Bahan Baku
Tribun Jabar/Siti Fatimah
Seminar "The Economics of The Mills" oleh Rieter dan “Recent Discoveries about the Quality of US Cotton” oleh Cotton Council International (CCI) di Bandung, Kamis (27/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wabah virus corona hingga kini masih menjadi persoalan bagi pelaku industri tekstil.

Belum swasembadanya Indonesia untuk pengadaan bahan baku menjadi hambatan industri tekstil untuk produksi.

Meski begitu, di satu sisi wabah virus corona juga bisa jadi peluang bagi industri tekstil yang berorientasi ekspor.

"Kejadian ini tentu ada peluang tapi juga ada tantangan. Bagi industri yang biasa mengandalkan suplai bahan baku dari sana (China) pasti jadi tatangan karena produksinya terhambat," kata Sekertaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Kevin Hartanto di sela seminar "The Economics of The Mills" oleh Rieter dan “Recent Discoveries about the Quality of US Cotton” oleh Cotton Council International (CCI) di Bandung, Kamis (27/2/2020).

700 Calon Jemaah Umrah Batal Terbang ke Arab Saudi, Menhub Ajak Agen Perjalanan Cari Solusi

Ia mengatakan, bahan baku tekstil masih banyak yang impor salah satunya dari China.

Bagi pelaku industri adanya kejadian ( virus corona) bisa menghabat karena pasokan dari negara pengimpor juga terhambat.

Terlebih pelaku industri tekstil yang dikejar deadline ekspor namun bahan baku terhambat. Akibatnya mereka mencari alternatif bahan baku.

"Tapi ada juga yang sudah antisipasi memasok bahan baku dari sumbet lain," katanya.

Di lokasi yang sama, Dr. Anh Dung (Andy) Do, perwakilan CCI di Indonesia mengatakan, Industri tekstil di Indonesia cukup besar.

Umrah Dihentikan Sementara, Maskapai dan Hotel Diharap Jamin Proses Reschedule

Karena itu, kebutuhan bahan baku juga tinggi salah satunya kapas. Pihaknya juga melihat kebutuhan bahan baku untuk kualitas ekspor,karena itu Cotton USA selalu
berkomitmen untuk meningkatkan perhatian publik akan pentingnya kapas berkualitas tinggi, terutama kapas asal AS yang sudah digunakan sebagai material dasar pembuatan bahan dari berbagai merek fashion dunia, termasuk di Indonesia.

"Melalui acara seminar ini, CCI berharap para pengusaha lokal dan pabrik-pabrik tekstil di Indonesia juga dapat mendapatkan pengetahuan yang berguna tentang teknologi tekstil dari pakarnya, yaitu Rieter India. Saya harap kedepannya CCI dan API bisa terus bekerjasama dan berkolaborasi dalam memajukan pelaku industri tanah air," katanya.

Kemenag Indramayu Minta Masyarakat Sabar Tunggu Keputusan Pusat Terkait Penangguhan Jemaah Umrah

Selain itu, katanya, seminar ini merupakan bagian dari komitmen CCI dalam memperkuat industri tekstil Indonesia dan meningkatkan kesadaran para produsen akan kualitas kapas asal AS dan teknologi yang digunakan dalam industri tekstil di Indonesia maupun di luar negeri.

“Dalam industri ini, sangatlah penting untuk para pabrik tekstil, produsen garmen, hingga pengusaha pakaian mengerti pentingnya menggunakan bahan dan teknologi yang berkualitas untuk proses produksi mereka, " katanya. (siti fatimah)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved