Persib Bandung

Tak Bisa Langsung Kontrak Stadion GBLA, Persib Bandung Harus Tempuh Prosedur Ini

Rencananya, PT PBB ( Persib Bandung Bermartabat ) akan mengontrak Stadion GBLA dan menyediakan dana Rp 400 miliar untuk perbaikan stadion tersebut.

Tak Bisa Langsung Kontrak Stadion GBLA, Persib Bandung Harus Tempuh Prosedur Ini
Tribun Jabar/Fidya Alifa
Koreografi 3D yang dipertunjukkan di tribun timur Stadion GBLA saat Persib Bandung kontra PSMS Medan, Minggu (21/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung Edi Marwoto menegaskan, Stadion Gelora Bandung Lautan Api ( Stadion GBLA) tidak bisa sembarangan dikontrak.

Menurutnya, ada prosedur yang harus ditempuh, termasuk Persib Bandung, jika memakai dan mengelola Stadion GBLA.

Rencananya, PT PBB ( Persib Bandung Bermartabat ) akan mengontrak Stadion GBLA dan menyediakan dana Rp 400 miliar untuk perbaikan stadion tersebut.

"Enggak bisa ngontrak begitu saja, harus melalui lelang dan perhitungan, analisa dan lainnya," ujar Edi Marwoto ketika diminta tanggapan soal rencana PT PBB itu.

Menurut Edi Marwoto, aset Pemkot jika akan dikelola swasta, ada aturannya, tidak bisa main tunjuk.

"Ada aturan dan mekanisme sesuai Perda no 12 tahun 2018 tentang pengelolaan barang milik daerah harus melalui lelang dengan cara kerja sama atau pemanfaatan aset bersama," ujar Edi melalui sambungan telepon, Rabu (26/2/2020).

Penampakan Stadion GBLA dari atas saat bebersih Stadion GBLA, Sabtu (20/7/2019).
Penampakan Stadion GBLA dari atas saat bebersih Stadion GBLA, Sabtu (20/7/2019). (Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari)

12 Tahun Jabat Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar Sebut Pemain Ini Spesial di Hatinya

Kerap Nyatakan Mundur dari Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar Selalu Tinggalkan Teka-teki

Menurut Edi, untuk mengelola aset milik pemerintah ada prosedurnya yaitu harus melalui lelang yang minimal diikuti  tiga peserta .

"Kerja sama pemanfaatan lahan dengan pihak swasta bisa dalam waktu 5 tahun, 10 tahun dan 30 tahun,sesuai dengan perjanjian tertulis setelah ada penelitian," ujar Edi Marwoto.

Edi kembali menyebut Stadion GBLA tak ada sistem kontrak sewa tapi sifatnya dikerjasamakan, kerja sama pemanfataan.

Untuk kerja sama, ucapnya, harus diperhitungkan potensi stadion mulai reklame, tiket, dan lainnya termasuk biaya pemeliharaan.

Jika semua sudah dihitung baru pembagian kewajiban dan keuntungan. "Jika PT PBB berminat harus menempuh prosedur dan aturan yang ada," ujar Edi Marwoto.

Edi mengatakan, saat ini Stadion GBLA dikelola Dispora dan terawat. Jika dikerjasamakan otomatis tak akan ada biaya perawatan dari Dispora untuk Stadion GBLA karena menjadi tanggung jawab pihak yang memakai.

Edi mengaku belum melakukan perhitungan potensi Stadion GBLA, baik potensi reklame maupun pertandingan. 

Penulis: Tiah SM
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved