Startup OYO Kembangkan Metode Pengembangan Rukos Pertama di Indonesia

Edward menyebutkan bahwa keinginan OYO melakukan terobosan dalam bidang properti ini karena Jabar sendiri masih kurang memiliki penginapan yang layak

Startup OYO Kembangkan Metode Pengembangan Rukos Pertama di Indonesia
Istimewa
Head of Business Development OYO, Edward Hilman (kanan) dalam Property Owner Business Insight di Bandung, Senin (24/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Salah satu startup properti besar di Tanah Air, OYO, mencoba melakukan terobosan bisnis di bidang properti.

Terobosan yang dilakukan ini, salah satunya adalah dengan menggarap bisnis properti rumah kos (rukos) untuk dikembangkan sebagai bisnis penginapan yang memiliki daya jual tinggi dengan kualitas berstandard internasional. 

Head of Business Development OYO,  Edward Hilman, mengatakan bahwa proyek pertama yang dilakukan OYO terkait kolaborasi pengembangan rukos ini dilakukan dengan Galuh Mas Property,  Karawang, Jabar.

Tahun 2020, Ini Beberapa Peluang Bisnis Startup yang Potensial, Long Lasting Digemari Milenial

"Ini adalah pyek pertama, nantinya akan diduplikasikan ke kawasan lain di Jabar," tutur Edward dalam Property Owner Business Insight di Bandung, Senin (24/2/2020).

Edward mengatakan bahwa dalam proyek ini, dia bersama para pemilik properti di Bandung dan Jabar, termasuk Galuh mas Property, berupaya mengembangkan konsep bisnis properti rukos agar bisa berkembang dan mampu memenuhi permintaan akan kebutuhan properti yang masih begitu tinggi.

Menurut Edward, sesuai keinginan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, kawasan Jabar akan terus dikembangkan untuk memiliki destinasi wisata berskala internasional.

Sebab, kata dia, sejauh ini sektor pariwisata tak dipungkiri masih menjadi primadona yang mendulang pemasukan anggaran daerah yang besar.

"Ini (pengembangan sektor pariwisata) sangat inline dengan apa yang sedang kami lakukan saat ini," ujarnya.

Pelangi Nusantara 7 Gelar Talkshow DNA Brand dalam Era Digital, Memotivasi Pengusaha dan Startup UKM

Edward menyebutkan bahwa keinginan OYO melakukan terobosan dalam bidang properti ini karena Jabar sendiri masih kurang memiliki penginapan yang layak, terlebih memiliki standard berskala internasional.

Sementara sektor pariwisata akan tumbuh pesat manakala sektor-sektor penunjangnya mampu memberi dukungan memadai, termasuk dalam hal fasilitas penginapan.

Edward mengibaratkan perbandingan bahwa satu rumah di Jabar dibutuhkan oleh 50 orang. Ini sama artinya bahwa pasar pariwisata dan penginapan di Jabar masih sangat besar untuk digarap.

Untuk itulah, kata dia, OYO hadir memberikan salah satu solusi melalui kolaborasi dengan para pemilik properti untuk dikelola bersama-sama.

"Kami fokus ke indipendent owner-nya dulu yang mungkin ingin meningkatkan penginapan atau hotelnya menjadi bagus, tapi ada kekuangan biaya. Nah kami hadir memberikan solusi melalui bantuan suntik biasya untuk membangun properti agar lebih cantik, memiliki standard internasional dan memiliki nilai jual," katanya. (*)

 

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved