Pemkab Bandung Barat Blokir Lahan Bekas Pacuan Kuda di Lembang, Diklaim Pihak Lain

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat ( KBB ) memblokir tanah bekas lapangan pacuan kuda yang berlokasi di Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang.

Pemkab Bandung Barat Blokir Lahan Bekas Pacuan Kuda di Lembang, Diklaim Pihak Lain
Istimewa
Lahan bekas pacuan kuda di Lembang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNKABAR.ID, NGAMPRAH- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat ( KBB ) memblokir tanah bekas lapangan pacuan kuda yang berlokasi di Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang.

Hal tersebut karena ada upaya pengklaiman serta pendudukan secara fisik oleh pihak lain di lahan yang sudah secara sah menjadi aset Pemkab Bandung Barat pascapemekaran dari Kabupaten Bandung pada 2007.

Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) KBB, Asep Sudiro, mengatakan, Pemkab Bandung Barat sudah dua kali memblokir atas aset tanah tersebut pada tahun 2013 dan terakhir 2019.

"Pemblokiran tanah eks lapangan pacuan kuda di Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, itu untuk mencegah terjadinya pemindahtanganan secara legal kepada pihak lain," ujar Asep Sudiro di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (26/2/2020).

Pemblokiran itu, kata dia, dimohonkan kepada Kepala Kantor Pertanahan KBB untuk menghindari permohonan status kepemilikan dari pihak-pihak lain atau pemindahtanganan karena akan berujung pada persoalan hukum.

Lahan eks pacuan kuda di Lembang
Lahan eks pacuan kuda di Lembang (Istimewa)

"Kalau diblokir tidak akan ada pihak manapun yang bisa menyertifikatkan tanah yang menjadi penguasaan Pemda KBB tersebut," ucapnya.

Disnakertrans KBB Pastikan TKW Ilegal yang Depresi Karena Terkendala Bahasa

Rumah Dieksekusi Untuk Proyek KCIC, Beberapa Warga Tagogapu KBB Bingung Cari Tempat Tinggal

Ia mengatakan, hingga saat ini terdapat 39 bangunan yang berdiri di lahan bekas Pacuan Kuda seluas 88.730 meter persegi itu dan sempat diklaim sebagai tanah milik ahli waris Oerki Oerkinah.

Pemkab Bandung Barat, lanjut Asep, memasukkan tanah tersebut sebagai aset daerah sesuai dengan Keputusan Bupati Bandung Nomor 030/Kep.229-Aset/2010 tentang Penghapusan Barang Milik Pemkab Bandung yang Diserahkan Dari Pemkab Bandung kepada Pemda KBB.

Surat keputusan tersebut direvisi dengan Surat Keputusan Bupati Bandung Nomor 030/Kep.553-Aset/2012.

Lalu, diperkuat dengan berita acara serah terima pemindahtanganan aset Nomor 030/912/Aset dari Bupati Bandung Obar Sobarna kepada Bupati Bandung Barat Abubakar tertanggal 1 Juli 2010.

"Jadi jelas bahwa tanah itu adalah aset sah milik Pemda KBB," kata Asep.

Saat ini, kata dia, tanah mantan pacuan kuda itu untuk pengoperasionalannya sudah diserahkan ke Persatuan Olahraga Berkuda atau Pordasi KBB.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved