Yayasan Batik Indonesia Kembali Kenalkan Indigo untuk Pewarna Alami Batik

"Warna indigo ini juga warna tertua yang ditemukan pebatik zaman penjajahan Belanda," ucap anggota Yayasan Batik Indonesia di Rumah Batik Komar

Yayasan Batik Indonesia Kembali Kenalkan Indigo untuk Pewarna Alami Batik
Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
Pegawai yang sedang mencanting di Rumah Batik Komar, Jalan Cigadung, Selasa (25/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Di balik berkembangnya dunia teknologi dengan segala kemudahannya, dunia fesyen khsusunya batik justru kembali memilih menggunakan pewarna alam.

Pewarna batik merupakan salah satu faktor yang penting dalam memproduksi kain-kain batik.

Pewarna alami merupakan jenis pewarna yang dihasilkan dari berbagai macam tanaman, hewan, mineral alam, batu, dan tanah.

Salah satu anggota Yayasan Batik Indonesia bagian Pengembangan Produk, Nita Kenzo justru memiliki ide brilian dengan memperkenalkan batik indigo.

Ditemui di sela kunjungannya ke Rumah Batik Komar, Nita Kenzo mengatakan indigo adalah salah satu pewarna alami yang diambil dari tanamam indigofera tinctoria.

"Prosesnya menggunakan daun nila atau indigo tinctoria hasilnya adalah warna biru alami. Warna indigo ini juga warna tertua yang ditemukan pebatik zaman penjajahan Belanda," ucap Nita di Rumah Batik Komar, Jalan Cigadung, Selasa (25/2/2020).

Yayasan Batik Indonesia Kunjungi Rumah Batik Komar di Bandung, Edukasi Batik Tulis dan Batik Print

Sulap Lingkungan Jadi Lebih Menarik, Dinding Rumah di Nyalindung Dihiasi Lukisan Batik

Sebagai penghasil tanaman nila terbesar, ucap Nita, Indonesia memililiki teknik membatik untuk memperindah pewarnaan batik.

"Pada akhir abad 18, saat muncul pewarna sintetis, penggunaan pewarna alam justru punah. Padahal, dari sisi ekonomi justru memberikan kemudahan dan prosesnya lebih cepat," ucapnya.

Saat ini, penggunaan pewarna alam kembali digunakan karena untuk mengurangi dampak negatif limbah.

Halaman
12
Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved