Waspada Cuaca Ekstrem Masih Dapat Terjadi, Termasuk di Jabar dan Jakarta hingga Maret, Ini Kata BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan, cuaca ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jabar

tribunjabar/andri m dani
Pohon trembesi yang tumbuh subur di sepanjang jalur jalan Ciamis-Banjar (jalan nasional jalur selatan) bertumbangan di empat titik di sekitar Pamalayan sampai pertigaan Ciragama Cijeungjing akibat disapu angin kencang dan hujan lebat Sabtu (7/12) sekitar pukul 14.00 sore. Arus lalu lintas jalur nasional tersebut sempat lumpuh sekitar setengah jam 

TRIBUNJABAR.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) menginformasikan, cuaca ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat ( Jabar ).

Dalam keterangan tertulisnya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo, mengatakan, cuaca ekstrem tersebut dapat terjadi hingga Maret mendatang.

"Sebagaimana telah disampaikan dalam prakiraan cuaca sebelumnya pada tanggal 23 Februari 2020 yang lalu, bahwa potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga periode Maret mendatang," ujarnya, Selasa (25/2/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, pola tekanan rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) masih cukup aktif berpengaruh pada pembentukan potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia.

Tak hanya itu, keberadaan badai tropis Ferdinand juga mulai terdeteksi pada tanggal 24 Februari yang lalu di Samudera Hindia selatan NTB.

"Serta sirkulasi angin di wilayah Samudera Hindia Barat Daya Banten, menyebabkan pembentukan pola pertemuan massa udara yang memanjang di Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT," ujar Mulyono.

Kemudian, di sekitar wilayah Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, terpantau juga belokan angin terbentuk.

Dikatakannya, labilitas udara cukup kuat di beberapa wilayah.

Mengapa Dua Hari Ini Hujan Lebat di Dini Hari? Ini Penjelasan BMKG

"Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan konvektifitas skala lokal terutama di Pesisir Barat Sumatera, Aceh, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, sebagian besar Jawa, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua," ujarnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan, curah hujan dengan intensitas lebat yang terjadi secara kontinyu disertai kilat/petir masih berpotensi terjadi.

Halaman
1234
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Widia Lestari
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved