Helmy Yahya Diberhentikan dari Dirut TVRI Kecewakan Sejumlah Pihak, Audit BPK Bisa Jawab Kontroversi

Langkah Dewas memberhentikan Helmy Yahya sebagai Dirut TVRI mengecewakan sejumlah pihak termasuk Istana. Audit BPK bisa menjawab kontroversi.

Kompas.com/istimewa
Gedung TVRI. 

TRIBUNJABAR.ID - Dipecatnya Helmy Yahya sebagai Dirut TVRI terus menuai pro dan kontra.

Meski ada kontroversi, Dewan Pengawas (Dewas) bergeming dan tetap melanjutkan proses pencarian pengganti Helmy Yahya.

Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Muhammad Farhan, mengatakan pihak Istana yang tak mengapresiasi langkah Dewas memberhentikan Helmy Yahya.

Menurutnya, sikap Istana itu terungkap ketika sembilan fraksi dari Komisi 1 menggelar rapat dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) baru-baru ini.

Dalam kesempatan tersebut, Istana melalui Mensesneg mengisyaratkan ketidaksukaannya terhadap langkah pemecatan Helmy Yahya.

Pasalnya, langkah itu dilakukan bukan atas dasar kinerja.

Kontroversi pemecatan Helmy Yahya dari posisi Dirut, kata Farhan, sebenarnya akan terjawab oleh hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Saat ini, BPK sudah selesai melakukan audit kinerja TVRI 2017 - 2019.

"Dari situ akan ketahuan apakah memang pemecatan Dirut TVRI punya dasar yang kuat atau tidak," ujarnya, Selasa (25/2/2020.

Dari laporan terakhir, BPK siap mengekpose audit kinerja TVRI untuk menjawab kejanggalan pemecatan Helmy Yahya.

Halaman
123
Editor: taufik ismail
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved