Banjir Karawang Akibat Bendungan Walahar Meluap & Kapasitas Bendungan Jatiluhur Penuh, Ini Faktanya

Banjir di Karawang akibat Bendungan Walahar meluap dan kapasitas Bendungan Jatiluhur penuh, ini faktanya.

istimewa
Bendungan Walahar, Purwakarta. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Maraknya isu Bendungan Walahar meluap dan kapasitas Bendungan Jatiluhur sudah penuh, mendapat respons dari pihak Perum Jasa Tirta (PJT) II.

PJT II menyebut isu-isu tersebut merupakan hoaks.

Humas PJT II Jatiluhur, Susilo mengatakan banjir yang terjadi di Karawang itu disebabkan Sungai Citarum yang meninggi volume airnya serta besarnya pula aliran sungai lokal di bawah Bendungan Jatiluhur.

Dia juga menambahkan Bendungan Jatiluhur ini tak memiliki pintu yang dibuka tutup untuk melepas banjir.

"Seluruh debit dikeluarkan lewat pembangkit listrik. Sekarang TMA waduk masih di bawah normal sekitar 96,60 mdpl (normal +107,00 mdpl) atau 10,4 m di bawah normal," ujarnya di Purwakarta, Selasa (25/2/2020).

Air yang keluar dari Bendungan Jatiluhur, kata Susilo, hanya 93 m3/dt, yang mana debit banjir justru berasal dari Sungai Cikao dengan catatan sebesar 223,82 m3/dt dan puncak limpasan Cibeet 681 m3/dt yang menuju Kabupaten Karawang yang merupakan lokasinya berada di bawah Bendungan Jatiluhur.

"Sungai Cikao ini masuk dalam aliran Sungai Citarum lalu Sungai Citarum ini bertemu dengan Sungai Cibeet. Jadi, warga masyarakat kami imbau untuk tak mudah percaya pada berita hoaks," katanya.

Heboh Sekolah di Jabar Keluarkan Siswinya Diduga Karena Sudah Tak Perawan, Ini Penjelasan Sekolah

BPOM Jabar Temukan Produk Kosmetik Tanpa Izin Edar Dalam Penggerebekan di Cirebon

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved