Perajin Tas Ciheulang Bisa Bikin 5.000 Kantong Per Bulan, Tas Laptop Pernah Diekspor ke Amerika

JALALUDIN termasuk perajin tas serba bisa. Ia tidak mematok tipe tas, ia mengerjakan pesanan apapun tipe tasnya. "Saya sih bebas, yang paling banyak t

Perajin Tas Ciheulang Bisa Bikin 5.000 Kantong Per Bulan, Tas Laptop Pernah Diekspor  ke Amerika
TRIBUN JABAR/JANUAR P HAMEL
Perajin Tas Ciheulang, Ciparay, Kabupaten Bandung. 

JALALUDIN termasuk perajin tas serba bisa. Ia tidak mematok tipe tas, ia mengerjakan pesanan apapun tipe tasnya. "Saya sih bebas, yang paling banyak tas ransel," katanya di tempat kerjanya di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (20/2).

Ia tidak menjual tas satuan, tapi membuat tas berdasarkan pesanan. Biasanya, kata Jalaludin, tas yang dia buat digunakan untuk suvenir di seminar atau even lain.

Namun, sekarang, kata Jalaludin, pesanan tas kepadanya sedang sepi. Ia juga sempat konfirmasi ke teman-temannya, mereka juga sedang mengalami hal yang sama. Karena sedang sepi, Jalal pun harus meliburkan pekerjanya.

"Saya nggak tahu apa penyebabnya. Yang pasti memang sedang turun. Bulan sekarang lagi drop," katanya.

Padahal, kata Jalaludin, dua bulan ke belakang ia harus menyediakan 100 kantong per minggu untuk pesanan. Sebulan, katanya, bisa membikin 5.000 kantong per bulan.

Sama halnya dengan Jalaludin. Ajat pun membuat tas berdasarkan pesanan. Ia juga tak mematok harga. Biasanya dia menanyakan bujet si pembeli. Jadi tas yang dia bikin sesuai bujet pembeli.

Perajin Tas Ciheulang Ciparay
Perajin Tas Ciheulang Ciparay (TRIBUN JABAR/JANUAR P HAMEL)

Modelnya pun konsumen yang menentukan. Ajat hanya menambah model tas tersebut jika ada kekurangan.

"Biasanya saya menambah tempat air, raincoat, dan tempat laptop di dalam tas," katanya.

Ajat mengaku pernah mengirim tas laptop ke Amerika Serikat. Order tersebut ia peroleh dari temannya yang pengacara. Jumlahnya, kata Ajat, tidak banyak. Namun pengerjaannya butuh ketelitian. "Nggak bisa salah sedikit, miring sedikit harus diganti. Produknya harus benar-benar bagus," katanya.

Jalaludin, Perajin Tas Ciheulang
Jalaludin, Perajin Tas Ciheulang (TRIBUN JABAR/JANUAR P Hamel)

Jalaludin pun pernah menerima order dari Malaysia. Ia harus menyelesaikan 4.500 kantong untuk botol air, satu kantong Rp 8.000. Kantong itu untuk dibagikan di satu acara di Malaysia.

"Saya mendapatkan order itu dari kenalan, orang Ciganitri. Dia tour travel, kebetulan mengantar orang Malaysia, terus dia membawanya ke sini," katanya. (januar ph)

Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved