Pembina Sudah Diingatkan Warga Agar Batalkan Susur Sungai, Malah Jawab Kalau Mati di Tangan Tuhan

Perlahan mulai terungkap kronologi susur sungai Sempor oleh 249 siswa-siswi SMP Negeri 1 Turi Sleman tersebut.

Pembina Sudah Diingatkan Warga Agar Batalkan Susur Sungai, Malah Jawab Kalau Mati di Tangan Tuhan
Kolase Tribun Jabar (KompasTV/Tribun Jogja)
Tita, siswi SMPN 1 Turi menceritakan kisahnya saat tragedi susur sungai 

TRIBUNJABAR.ID, SLEMAN - Tragedi susur sungai yang menelan 10 korban tewas menyisakan duka.

Perlahan mulai terungkap kronologi susur sungai Sempor oleh 249 siswa-siswi SMP Negeri 1 Turi Sleman tersebut.

Kegiatan susur sungai itu ternyata sempat tak diijinkan oleh warga setempat.

Menurut penuturan salah satu korban yang juga siswi SMP Negeri 1 Turi Sleman, Tita Farza Pradita, para warga dikatakannya sudah memperingatkan agar tidak dilakukan kegiatan susur sungai.

"Katanya sama warga sudah dingetin agar nggak usah (berangkat susur sungai), saya denger sendiri," kata Tita seperti dikutip dari Youtube Kompas TV.

Ketika itu, kata Tita, warga tersebut berbicara kepada kakak pembina Pramuka.

Yang mengejutkan, Pembina Pramuka itu malah menjawab kalau memang ada musibah yang merenggut nyawa, itu sudah urusan Tuhan.

"Katanya 'Ya nggak apa-apa, kalau mati juga di tangan Tuhan'," kata Tita.

Tragedi itu sendiri memakan 10 korban tewas, seluruhnya murid SMP Negeri 1 Turi Sleman.

Seluruh korban tragedi susur sungai SMPN 1 Turi Sleman telah ditemukan.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved