Pungutan Uang Pelicin untuk Kerja di Pabrik Marak di Cianjur, Ketua Dewan: Pencari Kerja Butuh Uang

Industrialisasi di Cianjur masih diwarnai dengan aksi oknum yang merugikan para pencari kerja.

Pungutan Uang Pelicin untuk Kerja di Pabrik Marak di Cianjur, Ketua Dewan: Pencari Kerja Butuh Uang
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Ganjar Ramadhan melakukan kunjungan ke beberapa wilayah di Cilaku 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Industrialisasi di Cianjur masih diwarnai dengan aksi oknum yang merugikan para pencari kerja.

Warga Cianjur yang baru mengenal dunia kerja dibenturkan dengan persyaratan uang pelicin untuk masuk ke sebuah perusahaan semisal pabrik yang banyak menyerap tenaga kerja.

Hal tersebut terungkap saat Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ganjar Ramadhan, melakukan kunjungan ke wilayah Desa Ciharasas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur.

"Ada beberapa poin penting yang saya rangkum dari hasil saya berkunjung ke beberapa wilayah, satu di antaranya soal masuk kerja yang harus memakai uang pelicin dulu," ujar Ganjar, Minggu (23/2/2020) di Cianjur.

Pengerjaan Tunnel 4 Kereta Cepat di Purwakarta Sudah 44 Persen, Pembebasan Lahan Belum 100 Persen

Ganjar mengatakan, terkuaknya permasalahan tersebut menjadikan dunia ketenagakerjaan terutama di wilayah pabrik masih banyak pungutan liar.

"Warga yang mencari kerja itu kan butuh uang, kenapa harus diminta uang dulu, mereka kasihan kalau sudah begini. Di Cianjur masih banyak pungli untuk masuk dan mencari uang itu susah harus pake pelicin dulu," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, selain permasalahan pungutan liar, rendahnya IPM juga menjadikan catatan khusus bagi Ganjar.

"Selain permasalahan IPM, jalan atau infrastruktur juga masih banyak yang rusak," kata Ganjar.

Warga Ciharasas mengeluh karena puluhan tahun banyak jalan yang masuk ke wilayah Desa Ciharashas masih dalam kondisi rusak parah.

Sang Istri Bongkar Sikap Asli Dukun Eyang Anom yang Setubuhi Anak Tirinya

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved