200 Pohon di Lahan Perhutani Teridentifikasi Rawan Tumbang

Sedikitnya 200 pohon di lahan milik Perum Perhutani KPH Bandung Utara saat ini sudah teridentifikasi rawan tumbang karena usianya tua dan keropos.

Dok. Tribun Jabar
Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin di kantor Perhutani KPH Bandung Utara, Selasa (18/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Sedikitnya 200 pohon di lahan milik Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan/ KPH Bandung Utara saat ini sudah terindentifikasi rawan tumbang karena usianya tua dan keropos.

Dari jumlah 200 pohon tersebut, kebanyakan ada di Kawasan Cikole, Cisarua dan Manglayang.

Saat ini 70 pohon yang usianya tua dan keropos itu sudah dirobohkan, terutama untuk pohon yang dekat permukiman warga dan jalan raya.

Teknik Industri Unjani Kembali Gelar Interval 5 Industrial Engineering Festival X Adiwiyata Festival

BREAKING NEWS - BNN Gerebek Rumah di Arcamanik Bandung, Diduga Produksi Pil yang Tergolong Narkotika

Petugas Badan Narkotika Nasional ( BNN) Jabar meng- gerebek sebuah rumah yang diduga memproduksi pil yang tergolong narkotika di Jalan Cingised Cisaranten Endah, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (23/2/2020).
Petugas Badan Narkotika Nasional ( BNN) Jabar meng- gerebek sebuah rumah yang diduga memproduksi pil yang tergolong narkotika di Jalan Cingised Cisaranten Endah, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (23/2/2020). (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Menurut Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin, dari 200 pohon yang teridentifikasi rawan tumbang itu, sudah seharusnya dirobohkan karena bisa tumbang dan membahayakan masyarakat, apalagi saat musim hujan.

"Jadi bukan ditebang ya, tapi dirobohkan dan nanti setelah itu pohonnya disimpan sampai lapuk tidak boleh digunakan," ujarnya kepada Tribun Jabar saat dihubungi Minggu (23/2/2020).

Perobohan pohon tersebut, lanjutnya, akan dilakukan secara bertahan dengan melihat kondisi dan situasi di lapangan dan harus menunggu hasil kesepakatan dari pimpinan serta instansi terkait.

"Saat musim hujan potensi pohon tumbang memang sangat tinggi. Makanya kami lebih waspada dan sudah mendapat surat dari pimpinan untuk mengidentifikasi pohon rawan tumbang," kata Komarudin.

Persib Bandung Jamu Persela Lamongan di Stadion GBLA atau Si Jalak Harupat? Begini Kata Robert

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts seusai menggelar latihan di Stadion Siliwangi, Kamis (20/2/2020).
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts seusai menggelar latihan di Stadion Siliwangi, Kamis (20/2/2020). (Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari)

Menurutnya, perobohan pohon tua itu dilakukan untuk menghindari adanya korban jiwa akibat pohon tumbang dan sejauh ini dengan adanya identifikasi pohon tua kecalakan akibat pohon tumbang bisa diminimalisir.

Ia mengatakan, setelah melakukan perobohan pohon tua itu, pihaknya langsung menanam sebanyak 3 hingga 5 pohon untuk pengganti satu pohon yang telah dirobohkan.

"Penanaman pohon itu, untuk peremajaan kembali dan sebagai pengganti yang dirobohkan. Tapi penggantinya harus lebih banyak dari jumlah yang ditebang," ucapnya.

Terkahir, pohon tumbang dari lahan Perhutani tumbang dan menimpa dua rumah semi permanen di Kampung Sukawana, RT 1/13, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga rusak berat, Kamis (20/2/2020).

Pohon jenis pinus setinggi 20 meter dengan diameter 70 sentimeter itu tumbang setelah sebelumnya terjadi hujan deras disertai angin kencang hingga menimpa dua rumah milik Hidayat (37) dan Eti Rohaeti (45).

"Betul, itu pohon dari lahan Perhutani, tapi rumah itu dibangun dekat lahan kami tanpa izin atau ilegal," ujar Komarudin.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved