Senin, 13 April 2026

Gara-gara Pertandingan Futsal, Pelajar Asal Sukabumi Tewas Dibacok

Raisad Laksana, seorang pelajar Madrasah Aliyah Negeri atau MAN 1 Cibadak, tewas dengan luka bacok di punggung setelah diserang sekelompok pelajar dar

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Theofilus Richard
Hindi News FYI
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Raisad Laksana, seorang pelajar Madrasah Aliyah Negeri atau MAN 1 Cibadak, tewas dengan luka bacok di punggung setelah diserang sekelompok pelajar dari sekolah lain, Jumat (21/2/2020).

Pelajar asal Kampung Cipanggulaan RT 06/02, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi itu diserang sekelompok pelajar seusai mengikuti turnamen futsal di Al-Kausar, Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda.

Saat itu, MAN 1 Cibadak menang atas SMAN 1 Cicurug pada babak final.

Angkot Terperosok ke Jurang, Mahasiswi Unpad Selamat dari Pemerkosaan, Awalnya Salah Naik Angkutan

Raisad yang mengalami luka bacok, sempat dibawa ke RS Bakti Medicare, Cicurug. Namun, nahas nyawanya tak tertolong.

Ia tewas saat mendapat penanganan medis di rumah sakit tersebut. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka.

Kasi Humas Polres Sukabumi, Ipda Saepul Rohman, mengatakan bentrokan antara pelajar itu terjadi akibat kesalahpahaman saat pertandingan futsal.

"Ya, ada kesalahpahaman seusai pertandingan final futsal antar SMA," ujar Saepul saat dihubungi, Sabtu (22/2/2020).

Atas kejadian ini, Kapolres Sukabumi meminta agar semua Polsek untuk melakukan patroli mengantisipasi aksi serangan balasan.

VIDEO China Kini Diserbu Miliaran Belalang, Padahal Wabah Virus Corona Belum Teratasi

"Kapolres sudah menegaskan, tidak boleh ada aksi abalas dendam, Kapolres pun akan menindak tegas apabila ada serangan susulan," katanya.

Saepul meminta kepada semua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan penyelidikan dan pengungkapannya kepada pihak kepolisian.

"Serahkan kepada pihak kepolisian, tidak boleh ada aksi-aksi mengganggu keamanan dan ketertiban yang nanti malah merugikan diri sendiri," ucapnya.

Ada Tujuh Guru yang Ikut Susur Sungai Berakhir Duka, Korban Selamat Terkonfirmasi 216 Siswa

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved