Pendidikan

Bayar SPP SMA Pakai Aplikasi GoPay, Dana, OVO, Ini Komentar Para Orangtua Siswa di Jabar

Rencana penggunaan aplikasi pembayaran seperti GoPay, Dana, OVO, dan sebagainya sebagai metode pembayaran SPP SMA di Jabar disambut pro kontra.

(KOMPAS.com/Reska K. Nistanto)
Ilustrasi GoPay. Bayar SPP sekolah kini bisa menggunakan GoPay. 

"Cara manual saja kayak sekarang. Biar lebih gampang bayar sekolahnya. Kalau di kota besar, sih, enggak apa-apa. Di daerah saya rasa belum siap," kata warga Perumahan Cempaka, Kecamatan Karangpawitan, Garut, ini kemarin.

Didin mengapresiasi langkah pemerintah untuk menerapkam teknologi. Karena itu, jika memang akan diterapkan, kata Didin, sebaiknya tidak wajib. "Orang mampu enggak akan masalah. Kalau orang tuanya tidak mampu, bagaimana? Tidak semuanya punya HP canggih. Ini yang harus dipikirkan dan tidak bisa disamaratakan di semua daerah," ujarnya.

Mukhsin (45), pemilik warung kelontong asal Singajaya, Kecamatan Singajaya, Garut, mengaku setuju saja jika sistem ini diterapkan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (11/2/2020).
Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (11/2/2020). (Tribunjabar/Syarif Abdussalam)

"Tapi kalau di kampung saya mah, susah, harus diajarin dulu caranya," ujar Mukhsin, kemarin.

Iwan Kurniawan, orang tua siswa SMA Negeri 2 Kota Tasikmalaya, juga mengaku siap saja melakukan pembayaran SPP melalui layanan online.

"Tapi harus dipikirkan juga orang tua yang tidak memiliki ponsel. Mereka harus bayar SPP ke mana? Karena pembayaran sistem online, mau tidak mau harus memiliki ponsel. Ponselnya pun harus smart phone," kata Iwan.

Hal senada dilontarkan pengawas SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Wilayah XII, H Dadang AP. Menurutnya, penerapan pembayaran SPP secara online untuk sementara ini seyogianya masih merupakan alternatif pembayaran.

"Bagi para orang tua yang hidup di kota dengan fasilitas ponsel yang memadai, sudah tentu tidak jadi masalah. Mereka tinggal memasang aplikasinya sekaligus menyimpan deposit uang," kata Dadang.

Tetapi bagi para orang tua yang tinggal di pelosok dan tidak memiliki ponsel, kata dia, penerapan pembayaran SPP online tentu saja akan merepotkan. Belum lagi orang tua yang tidak punya ponsel.

Menteri Nadiem Makarim Ditertawakan, Bayar SPP Pakai GoPay, Kini Jadi Kenyataan, SPP Pakai GoBills

"Jadi, menurut saya, untuk semantara penerapan pembayaran SPP online hanya sebagai alternatif pembayaran SPP. Jangan menjadi kewajiban yang diatur melalui sebuah regulasi. Kasihan para orang tua yang berada di pelosok," kata Dadang.

Halaman
1234
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved