PDI Perjuangan Pertajam Ujung Tombak, Bentuk Ranting di Setiap Desa dengan Tugas Khusus

Untuk menguatkan sosialisasi di tingkat desa sekaligus sebagai ujung tombak, PDI Perjuangan mulai

PDI Perjuangan Pertajam Ujung Tombak, Bentuk Ranting di Setiap Desa dengan Tugas Khusus
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur berfoto dengan Pengurus Kecamatan yang akan menjaring anggota ranting. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Untuk menguatkan sosialisasi di tingkat desa sekaligus sebagai ujung tombak, PDI Perjuangan mulai menjaring pengurus ranting.

Dari satu desa akan dibentuk sembilan orang dan disusun kepengurusannya mulai dari ketua sampai dengan anggota.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Susilawati, mengatakan penjaringan untuk anggota dilakukan karena masa kerja pengurus ranting sebelumnya sudah habis.

"Kami mempunyai target pergantian kepengurusan ranting yang akan bertugas di desa selesai pada akhir Februari," ujar Susi, Jumat (21/2/2020) di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur Jalan KH Abdullah Bin Nuh.

Ia mengatakan, fungsi ranting akan menjadi sangat penting dalam mensukseskan program partai terutama dalam Pilkada Cianjur 2020.

"Tahapannya melalui fit and proper tes, dipanggil perkecamatan lalu nanti ada tahapan musyawarah juga," ujar Susi.

Dispora Minta Surat Layak Fungsi Stadion GBLA ke Puslitbangkim, Kapolrestabes Siap Dukung

Sembilan ranting yang nanti terbentuk, kata Susi, akan menyusun juga anak ranting yang akan bekerja di level RW dan kadus.

"Mereka akan bekerja sebagai ujung tombak partai dan harus memenangkan usulan calon yang diusung PDI Perjuangan, mereka juga bertugas memetakan potensi daerah, dan aspirasi rakyat di daerah," katanya.

Selain itu, kata Susi, ranting juga harus mampu berkomunikasi politik dengan tokoh yang ada di desa.

"Tujuannya baik agar partai mengetahui permasalahan rakyat, partai kami bukan hanya semata mencapai kekuasaan, namun kekuasaan itu hanya sebagai alat untuk kesejahtreaan rakyat, membumikan pancasila, dan mensukseskan masyarakat trisakti," kata Susu.

Susi menjabarkan masyarakat Trisakti adalah masyarakat yang berdaulat dalam politik, berkepribadian dalam budaya, dan berdikari dalam ekonomi.

Pengurus Sebut Kawasan Situs Matangaji Cirebon Bekas Gudang Senjata di Era Penjajahan

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved