Lima Petani Gugat PT Gunung Manik ke Meja Hijau, Sejak Tahun 1975 Urusan Tak Selesai

Lima orang petani di Cianjur menggugat tiga pihak yakni PT Gunung Manik, BPN Cianjur, dan pihak yang

Lima Petani Gugat PT Gunung Manik ke Meja Hijau, Sejak Tahun 1975 Urusan Tak Selesai
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Kuasa hukum petani Gunung Manik OK Joesli menjelaskan kasus yang menimpa kliennya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Lima orang petani di Cianjur menggugat tiga pihak yakni PT Gunung Manik, BPN Cianjur, dan pihak yang menguasai tanah sekitar 1,4 hektare karena diduga telah melakukan penyerobotan lahan.

Para petani mengaku sejak tahun 1975 memperjuangkan tanah warisan orangtua mereka yang belakangan malah masuk ke lahan hak guna usaha (HGU) PT Gunung Manik dengan terbitnya sertifikat HGU dari BPN.

Puluhan tahun memperjuangkan hak, ahli waris akhirnya menempuh jalur hukum dan mengajukan gugatan di pengadilan negeri Cianjur.

Petani Gunung Manik blok Pintu Air, Desa Cibokor, yang dirugikan oleh PT Gunung Manik, menunjuk OK Joesli SH MH dan Gilang Arfa selaku kuasa hukum. Persidangan pun sudah digelar dua kali dan akan menjadwalkan jawaban dari PT Gunung Manik.

Lima orang ahli waris Petani yang menggugat Ukin Bin Sar'i, Adeng, Cucun, Dede, Syarifudin dan Nengsih yang merupakan anak dan cucu dari pemilik surat girik pertama Sar'i bin Entuk.

Banyak yang Tidak Tau, Ini Lho Arti Emblem RS Pada Mobil Honda, Hanya Ada di 4 Model

"Legal standing adalah sebagai penggugat secara hierarki jelas keturunan ahli waria menuntut haknya, sudah melalui proses kekeluargaan tapi tetap tergugay menguasai objek sengketa," ujar OK Joesli di kantor Hukum OK Joesli yang didampingi para klien petani Gunung Manik, Jumat (21/2/2020).

OK mendengar cerita dari kliennya, bahwa dulu lahan keluarga mereka pernah dipinjampakai atau disewakan ke PT Gunung Manik, namun ternyata tanah tersebut malah dikuasai Gunung Manik dengan alasan masuk HGU.

"Yang menjadi pertanyaan apakah objek ini benar masuk HGU, sedangkan bukti girik C no 869 atas nama Desa Cibitung itu milik Sar'i bin Entuk, lalu setelah desa dimekarkan nomor giriknya menjadi 2294/896," ujat OK.

Menurutnya, kekuatan kepemilikan sudah lebih 20 tahun dibuktikan juga dengan pajak bumi dan bangunan tetap dibayar oleh petani Adeng bin Sar'i.

Halaman
123
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved