Emil Meminta Aktivitas Pembangunan Waterboom di Pagerwangi Dihentikan, Jika Ada Aktivitas Melanggar

Gubernur meminta aktivitas pembangunan waterboom di Pagerwangi dihentikan. Jika ada aktivitas pembangunan, berarti ada pelanggaran.

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kawasan Gunung Batu yang akan dijadikan waterboom di Pagerwangi, Lembang. Lokasi tersebut berada di zona Sesar Lembang dan masuk KBU. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menanggapi rencana pembangunan waterboom di Kawasan Gunung Batu di Kampung Suka Tinggal, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta aktivitas pembangunannya dihentikan sementara.

"Sedang dievaluasi karena di lapangan juga enggak ada pembangunan. Kalau ada aktivitas, itu melanggar. Karena IMB belum ada," kata pria yang akrab disapa Emil tersebut, Jumat (21/2/2020).

Mengenai klaim pihak pengembang waterboom yang menyatakan sudah mengantongi rekomendasi dari Pemprov Jabar, gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan rekomendasi tersebut dibuat pemerintahan sebelumnya.

"Harus fair lah, rekomendasi itu lahirnya tahun 2018 di awal, kan, berarti yang mengeluarkan? Kalau terjadi dinamika, kita, kan, harus adil," katanya.

Emil mengatakan pertimbangan-pertimbangan saat pemerintah terdahulu mengeluarkan rekomendasi tersebut tengah dikaji kembali.

"Yang dikeluarkan oleh pemerintahan yang terdahulu ini, ada hal-hal yang kurang pas atau tidak. Saya belum dapat laporan hasilnya," katanya.

Sebelumnya, menanggapi pembangunan di Kawasan Bandung Utara (KBU) yang terus berlanjut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk proaktif melakukan penegakan peraturan pembangunan dan tata ruang di KBU.

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan peraturan gubernur tentang tata ruang dan pembangunan di KBU ini harus ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten dan kota yang sebagian wilayahnya masuk KBU, mulai dari Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi.

"Itu pergub sebenarnya tangannya ada di pemerintah kota kabupaten ini. Yang harus ditanyakan adalah bagaimana kota dan kabupaten bisa taat merespons pergub yang mungkin belum tersosialsiaskan," kata Emil di Kantor Bapenda Jabar, Senin (17/2/2020).

Masuk Zona Sesar Lembang dan KBU, DPRD Minta Pembangunan Waterboom di Proyek Noahs Park Dihentikan

Pengembang Klaim Izin Bangun Waterboom, DLH KBB Bantah dan Pastikan Tak Kantongi Izin UKL/UPL

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved