Pohon Tumbang yang Menimpa Dua Rumah di Parongpong Berasal dari Lahan Perhutani

Pohon tumbang yang menimpa dua rumah semi permanen di Kampung Sukawana, RT 1/13, Desa Karyawangi,

ISTIMEWA
Dua rumah semi permanen di Kampung Sukawana, RT 1/13, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), rusak berat setelah tertimpa pohon tumbang, Kamis (20/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PARONGPONG - Pohon tumbang yang menimpa dua rumah semi permanen di Kampung Sukawana, RT 1/13, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga rusak berat merupakan pohon dari lahan Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara.

Pohon jenis pinus setinggi 20 meter dengan diameter 70 sentimeter itu tumbang setelah sebelumnya terjadi hujan deras disertai angin kencang hingga menimpa dua rumah milik Hidayat (37) dan Eti Rohaeti (45).

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin, mengatakan, pohon tumbang yang menimpa dua rumah semi permanen itu karena kondisinya sudah tua dan ada beberapa bagian yang sudah keropos.

"Betul, itu pohon dari lahan Perhutani, tapi rumah itu dibangun dekat lahan kami tanpa izin atau ilegal," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Kamis (20/2/2020).

WNA Asal Belanda Itu Kaget Saat Didatangi Petugas PT KAI Daop 3 Cirebon, Ternyata Dapat Ini

Atas hal tersebut, pihaknya tidak memiliki kewajiban untuk melakukan pergantian kerugian materi untuk pemilik rumah. Pihaknya hanya melakukan evakuasi dan mengamankan pohon tersebut.

Komarudin mengatakan, pohon yang sudah tua dan keropos itu sebetulnya sudah teridentifikasi, namun pihaknya belum sempat melakukan penebangan karena lebih memprioritaskan di wilayah Lembang yang ada di pinggir jalan raya.

"Kemudian kami juga prioritaskan penebangan pohon tua yang ada di dekat tempat wisata dan permukiman penduduk," katanya.

Persib Bandung vs Persikabo Digelar di Stadion GBLA Tanpa Penonton, Begini Penjelasan Robert

Agar kejadian yang sama tidak terulang, pihaknya juga akan terus melakukan indentifikasi dan penebangan pohon tua yang berada di dekat permukiman warga agar tidak tumbang menimpa rumah.

"Yang kita tangani itu, diutamakan untuk pohon rawan tumbang dan mengancam keselamatan jiwa dan bangunan. Tapi setelah ditebang kayunya tidak boleh dimanfaatkan, harus disimpan dan dibiarkan lapuk," ucap Komarudin.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved