Rabu, 22 April 2026

DPRD Kabupaten Garut Minta Keamanan Warga di Sepanjang Jalur Kereta Diperhatikan

Pintu perlintasan kereta otomatis dan rambu-rambu harus dipasang di sepanjang jalur reaktivasi kereta Cibatu-Garut.

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Bupati Garut, Rudy Gunawan bersalaman dengan warga yang memadati Stasiun Garut setelah turun dari kereta api istimewa dalam rangkaian uji coba kereta Cibatu-Garut, Rabu (19/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pintu perlintasan kereta otomatis dan rambu-rambu harus dipasang di sepanjang jalur reaktivasi kereta Cibatu-Garut.

Sarana itu menjadi salah satu penunjang keamanan bagi warga yang melewati perlintasan sebidang.

Anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mengatakan, masalah keamanan warga yang berada di sepanjang rel harus diperhatikan. Terutama di perlintasan kereta api.

Kereta Api Cibatu-Garut Jadi Kado Istimewa di Hari Jadi ke-207 Kabupaten Garut

"Wajib ada palang pintu dan rambu-rambu. Biar tidak asal melintas. Jika sudah aktif, sarana itu bisa antisipasi kecelakaan," ujar Yudha yang ikut mencoba kereta inspeksi bersama rombongan Pemkab Garut, Kamis (20/2).

Sesuai Undang-undang nomor 23 Tahun 2007 Pasal 94 mengenai pemasangan perlintasan kereta api menjadi tanggung jawab pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Keberadaan pintu perlintasan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat saat melewatinya

"Kami mendesak pemerintah untuk membuat pintu perlintasan kereta api sepanjang jalur reaktivasi. Jangan hanya di jalan besar. Tapi di jalan yang menghubungkan pemukiman warga juga harus dipasang," katanya.

Ribuan Warga Garut Padati Jalur Kereta Cibatu-Garut, Bupati dan Dirut KAI Uji Coba Jalur Kereta

Selama ini warga Garut belum terbiasa dengan keberadaan kereta api. Ia khawatir, warga mengabaikan keselamatannya ketika melewati perlintasan.

"Sudah 36 tahun lebih tidak aktif. Tentu belum terbiasa ada kereta lagi. Maka perlu dijamin keamanannya," ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Suherman, menyatakan, terdapat 15 titik perlintasan kereta api dari mulai Stasiun Cibatu sampai Garut.

Baru sembilan titik pintu perlintasan yang sudah dipasang.

"Enam titik lainnya belum dapat dibangun. Posisinya ada di jalan desa," kata Suherman.

Pihaknya akan menyiapkan petugas khusus dan sudah terlatih untuk menjaga pintu perlintasan kereta api di Garut.

Selain petugas khusus, puluhan rambu-rambu sudah terpasang.

"Kami menyediakan rambu-rambu, terutama untuk di perlintasan. Semuanya sudah siap," ucapnya. (firman wijaksana)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved