DPRD Jabar Yakin Kerja Sama Antar-BUMD Tingkatkan Produktivitas BUMD Jabar

DPRD Jawa Barat yakin kerja sama antar-BUMD bisa meningkatkan produktivitas BUMD Jabar.

DPRD Jabar Yakin Kerja Sama Antar-BUMD Tingkatkan Produktivitas BUMD Jabar
istimewa
Ketua Komisi III DPRD Jabar, Cucu Sugyati. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - DPRD Provinsi Jawa Barat menyambut baik upaya kerja sama antar-BUMD di Jawa Barat.

Dengan kerja sama sesama BUMD di Jawa Barat tersebut, diharapkan dapat mempercepat upaya penyehatan dan peningkatan produktivitas semua BUMD yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kerja sama ini diawali oleh dua BUMD Provinsi Jawa Barat, yakni bank bjb dan Agro Jabar, melalui penanaman jahe dan kentang di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Rabu (19/2/2020).

Panen komoditas ini akan dijual kepada industri jamu di Jabar dan diekspor.

Dalam kegiatan Penanaman Jahe Perdana dan Penandatanganan Fasilitas Kredit tersebut, Ketua Komisi III DPRD Jabar, Cucu Sugyati, mengatakan hal tersebut dapat menjadi motivasi bagi BUMD lainnya untuk menjalin kerja sama.

"Kami DPRD Jabar menyambut baik dengan adanya penanaman ini, di mana sinergitas BUMD provinsi Jawa Barat terjadi. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi BUMD yang belum, yang lain, untuk juga dapat melakukan hal yang sama, ya, artinya berbuat sesuatu yang bisa meningkatkan profit di BUMD," kata Cucu dalam kesempatan tersebut.

Dengan adanya langkah Agro Jabar yang memulai usahanya ini, katanya, bisa memulai langkah penyehatan BUMD dengan baik. Sehingga ke depannya dapat menyusul BUMD lain yang menghasilkan deviden besar untuk Jawa Barat untuk modal pembangunan di Jawa Barat sendiri.

"Mungkin hari ini jahe, tapi sebenarnya dari lahan ini bukan hanya jahe tapi juga ada produk-produk lain seperti kentang dan sebagainya. Ke depan mungkin ada produk-produk lain yang disampaikan oleh gubernur bahwa harus dari dilihat dari kebutuhan pasar," katanya.

BUMD di Jabar, katanya, memang harus pandai meerawang produk apa yang dibutuhkan di pasaran. Dengan demikian, hasil usahanya dapat cepat termanfaatkan dan tidak mubazir.

"Contoh, ketika memang pasar membutuhkan suatu barang dan BUMD kita siap dengan komoditasnya, kemudian harganya juga cukup baik, saat dijual ke pasar bisa menghasilkan profit. Dalam hal ini peluang jahe tinggi untuk ekspor karena memang jahe ini sangat dibutuhkan juga," katanya.

Tidak cukup hanya mengenai pasar, katanya, semua produk yang dihasilkan BUMD harus juga memerhatikan kualitasnya. Jangan sampai produk jasa atau barang yang dihasilkan BUMD tidak sesuai dengan kriteria pasar.

"Tentunya harapan saya ke Agro Jabar ini, juga BUMD lainnya, bisa optimal dalam menjaga kualitas produksi, menjaga kualitas jahe itu sendiri, sehingga kini bisa juga menjadi komoditas ekspor. Karena untuk ekspor ini contohnya, biasanya ada standar ya daripada kualitas barang itu sendiri," katanya.

Selama ini diketahui, BUMD dengan kepemilikan saham terbesar dari Pemprov Jabar adalah PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk, PT Jamkrida Jabar, PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar, PT Agronesia, PT Jasa Sarana, PT Tirta Gemah Ripah, PT Agro Jabar, PT Migas Hilir Jabar, PT Migas Hulu Jabar, PT Agribisnis dan Pertambangan, dan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat.

DPRD Jabar Minta Sekda Jabar yang Baru Bisa Bekerja Cepat, Maksimal dan Jaga Kekompakan yang Baik

Mengetahui Bayi Ulfah Menderita Benjolan di Kepala, Wakil Ketua DPRD Jabar Ineu Turun Langsung

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved