Forum Sunda Sadunya

Deklarasi Forum Silaturahmi Sunda Sadunya Sedianya akan Dihadiri Ma'ruf Amin dan Ridwan Kamil

Pembentukan Forum Silaturahmi Sunda Sadunya yang dideklarasikan di Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (20/2/2020), tidak eksklusif kedaerahan.

Deklarasi Forum Silaturahmi Sunda Sadunya Sedianya akan Dihadiri Ma'ruf Amin dan Ridwan Kamil
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Zen, menabuh beduk deklarasi Forum Silturahmi Sunda Sadunya, di obyek wisata Batu Mahpar, Kecamatan Leuwisari, Kamis (20/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Pembentukan Forum Silaturahmi Sunda Sadunya yang dideklarasikan di obyek wisata Batu Mahpar, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (20/2/2020), tidak eksklusif kedaerahan.

Tapi tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Bahkan memiliki tugas moral sebagai bagian dari bangsa Indonesia untuk ikut menyosialisasikan empat pilar kebangsaan.

Kali Ini Tokoh Sunda Bentuk Forum Sunda Sadunya, Pemimpinnya Dua Jenderal Purnawirawan

Pembina FSS, Marsda (Purn) Dede Rusamsi, didampingi Ketua FSS, Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan, dan seniman Sunda, Uly Sigar Rusadi, membacakan deklarasi FSS di obyek wisata Batu Mahpar, Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (20/2/2020).
Pembina FSS, Marsda (Purn) Dede Rusamsi, didampingi Ketua FSS, Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan, dan seniman Sunda, Uly Sigar Rusadi, membacakan deklarasi FSS di obyek wisata Batu Mahpar, Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (20/2/2020). (tribunjabar/firman suryaman)

Yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika.

"Kami akan ikut menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa dan menyosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada orang Sunda sedunia," kata Pembina Forum Silaturahmi Sunda Sadunya, Marsda TNI (Purn) Dese Rusamsi, seusai deklarasi.

Namun begitu, lanjut Dede, forum juga memiliki tugas moral untuk memelihara dan membangkitkan kebudayaan Sunda sebagai warisan leluhur. Termasuk tatanan sejarah yang sudah ada selama ini.

"Eksistensi dan wibawa Sunda harus tetap terjaga. Salah satunya adalah menangkal munculnya kerajaan fiktif yang bisa merusak tatanan budaya dan sejarah yang sudah ada," ujar Dede.

Deklarasi Forum Silaturahmi Sunda Sadunya, sedianya akan dihadiri Wapres RI, Ma'ruf Amin, dan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Namun keduanya berhalangan hadir karena ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan.

Gebyar deklarasi Forum Silaturahmi Sunda Sadunya yang diketuai Irjen Pol (purn) Anton Charliyan, diisi pagelaran beragam kesenian Sunda, termasuk penabuhan beduk oleh Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Zen. (firman suryaman)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved