Pagi dan Siang Surut, Sore dan Malam Banjir Lagi, Banjir di Dayeuhkolot Kali Ini Bikin Warga Baper

Warga Bojong Asih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, yang rumahnya terendam banjir setiap hari harus bekerja keras

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Ichsan
tribunjabar/lutfi ahmad mauludin
Banjir di Bojong Asih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (19/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Bojong Asih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, yang rumahnya terendam banjir setiap hari harus bekerja keras karena banjir menggenang seperti air isi ulang. Pagi hingga siang surut tapi sore hingga malam kembali meninggi.

Seorang warga Bojong Asih, Acep Sabirin (35), mengatakan setiap hari warga membersihkan rumah, jalan, dan gorong-gorong.

"Kalau pagi atau siangnya kami bersih-bersih tapi tak lama kemudian pada sore atau malam jika turun hujan di sini atau daerah lain (Kota Bandung atau daerah hulu Sungai Citarum) banjir lagi karena air semua ke sini," ujar Acep, di kampungnya, Rabu (19/2/2020).

Menurut Acep, ia dan warga lain terpaksa setiap hari harus bersih-bersih, meski terasa lelah karena setelah surut tak lama kemudian banjir datang kembali.

Update Total Ada 4 WNI Kru Kapal Pesiar Jepang Diamond Princess Terinfeksi Virus Corona

"Nya wayahna, kalau gak dibersihin lumpurnya bau, takut jadi penyakit juga," ujar Acep.

Acep mengatakan, memang kini banjir surut, tapi ini sudah mulai hujan, dan wilayah lain juga mendung.

"Maka kami tetap waspada, air yang menggenang akan tinggi lagi," kata dia.

Rabu (19/2/2020) pukul 16.00 banjir sudah sedikit surut. Kantor Desa Dayeuhkolot yang kemarin tergenang air kini sudah kering.

Namun di gang dan beberapa titik lain masih tergenang banjir. Apalagi seperti di daerah yang sangat dekat dengan Sungai Citarum. Menurut Acep, di situ kini tinggi air, masih mencapai sekitar satu meter.

"Kalau banjir lagi besar, ada yang mencapai kedalaman 1,5 meter. Kasihan yang ada di RW 4 sana, hingga kini belum surut," tuturnya.

Baru Kenal, Pria di Makassar Nekat Bawa Kabur Gadis Remaja 10 Hari Lalu Perkosa di Pinggir Jalan

Warga lainnya Sabiran (60), mengaku hal yang sama setiap hari banjir surut, warga harus berjibaku menyingkirkan sampah yang terbawa banjir.

"Namun tidak lama setelah disingkirkan banjir kembali datang, ya sudah gimana lagi, inginnya mah ya tidak ada banjir," kata dia.

Jadi memang,  kata Sabiran, kini lebih capek untuk bersih-bersih karena setiap hari harus kerjabakti.

"Itu karena banjir mulai surut, sore atau malam banjir membesar lagi. Tentu ini menguras tenaga dan mengganggu aktivitas, bikin baper. Tapi bagaimana lagi, kalau dibiarkan takut jadi penyakit," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved