Breaking News:

Kunjungi Indramayu, Atalia Ridwan Kamil Serahkan Bantuan Dana Pendamping Gizi ke Puskesmas Babadan

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil menyerahkan bantuan dana pendampingan gizi ke Puskesmas Babadan, Sindang

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil berkunjung ke Indramayu, Rabu (19/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil menyerahkan bantuan dana pendampingan gizi kepada Puskesmas Babadan, Kecamatan Sindang, Rabu (19/2/2020).

Penyerahan bantuan itu dilakukan dalam rangka Siaran Keliling (Sarling) di Kabupaten Indramayu.

Atalia Praratya Ridwan Kamil menyampaikan, dari 162 kasus stunting di Puskesmas Babadan, kini menurun drastis dan hanya menyisakan 12 kasus saja.

Pedagang di Pasar Bangkir Indramayu Mengadu ke Atalia Ridwan Kamil Soal Gempuran Pasar Modern

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Ridwan Kamil saat melakukan Siaran Keliling (Sarling) di Pasar Bangkir Indramayu, Rabu (19/2/2020)
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Ridwan Kamil saat melakukan Siaran Keliling (Sarling) di Pasar Bangkir Indramayu, Rabu (19/2/2020) (tribunjabar/Handhika Rahman)

"Dari 162 kasus yang dilaporkan ke Pemprov Jabar, kini hanya tersisa 12 kasus saja," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Menurut istri Gubernur Jawa Barat itu, menurunnya angka stunting berkat intervensi kesehatan luar biasa yang dilakukan oleh Pemkab Indramayu.

Kendati mengalami penurunan, Atalia Praratya Ridwan Kamil juga menyampaikan, pemerintah setempat mesti menindak lanjuti kasus stunting secara menyeluruh.

Atau dengan kata lain, pemerintah jangan hanya berfokus pada penanganan rendahnya tinggi badan anak atau kekurangan gizi saja.

Atalia Ridwan Kamil Kirim 10.600 Masker untuk Warga Jabar di Hongkong dan Cina

Melainkan harus melakukan upaya bagaimana menumbuh kembangkan otak anak-anak agar mereka bisa menjadi anak yang berguna saat dewasa nanti.

"Ini menjadi PR kita bersama insya Allah tiga bulan kedepan akan kita pantau kembali mudah-mudahan tingkat stunting menurun secara signifikan," ucapnya.

Sedangkan, Camat Sindang Ali Sukma mengatakan, upaya menekan angka kasus stunting ini akan terus pihaknya upayakan hingga tidak ada lagi kasus stunting di Kecamatan Sindang.

Dalam upaya itu, pihaknya akan mengoptimalkan pemanfaatan dana desa dari Pemprov Jabar untuk penanganan kasus stunting.

Selain itu, kata Ali, dana desa akan digunakan juga untuk pembangunan posyandu dan penyelenggaraan gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Nanti kita lakukan sosialisasi tentang gizi dan lain sebagainya, termasuk juga selain stunting, juga terkait PHBS, posyandu juga, masuk ke dalam anggaran desa tersebut," ujar dia.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved