Breaking News:

Hakim Heran Seorang Polisi Berpangkat Kombes Bisa Disuruh Beli Tas oleh Warga Sipil

Febi Nur Amelia didakwa dalam kasus pencemaran nama baik karena menagih utang ke Fitriani lewat Instagram.

Editor: Ravianto
Tribun Medan/Danil Siregar
Saksi Fitriani Manurung (kanan) menghadiri sidang terdakwa Febi Nur Amelia (kiri) dalam perkara UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Pengadilan Negeri, Medan, Selasa (18/2/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, MEDAN - Seorang hakim di pengadilan Negeri Medan mengaku heran ada polisi berpangkat komisaris besar yang bisa disuruh beli tas oleh warga sipil.

Keheranan hakim muncul setelah mendengar kesaksian istri sang kombes.

Ini merupakan kasus pencemaran baik yang dilaporkan sang istri kombes karena dia ditagih utang via media sosial.

Berikut berita selengkapnya.

Hakim terkejut dan heran, mendengar kesaksian Fitriani Manurung, bersuamikan polisi berpangkat Kombes (Komisaris Besar). 

Fitriani dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa penuntut umum dalam persidangan terdakwa Febi Nur Amelia.

Febi Nur Amelia didakwa dalam kasus pencemaran nama baik karena menagih utang ke Fitriani lewat Instagram.

Hakim ketua Sri Wahyuni Batubara pun bertanya soal utang dan bukti transfer Rp 70 juta yang masuk ke rekening suaminya itu ke Fitriani.

Sebelum itu, hakim Sri meminta Fitriani jujur memberikan keterangan di pengadilan karena sudah disumpah.

"Kamu ada utang sama terdakwa sebesar Rp 70 juta?" tanya hakim Sri Wahyuni kepada saksi Fitriani.

"Tidak ada hakim, saya tidak punya utang kepada terdakwa," jawab Fitriani di muka sidang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved