Seniman Ciamis: Ridwan Saidi Bukan Sejarawan, Tak Perlu Diundang ke Ciamis

"Sangat ironis sekali kalau sampai ada yang mau mengongkosinya ( Ridwan Saidi ),” ujar seniman Ciamis, Hendra S Marcusi

Seniman Ciamis: Ridwan Saidi Bukan Sejarawan, Tak Perlu Diundang ke Ciamis
KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA
Budayawan Betawi Ridwan Saidi(KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS– Seniman Ciamis Hendra S Marcusi menyebutkan budayawan Betawi Ridwan Saidi tidak perlu diundang ke Ciamis apalagi sampai ada yang mengongkosinya.

“Ridwan Saidi itu bukan sejarawan. Jadi tidak perlu diundang ke Ciamis untuk mengungkapkan argumennya tentang pendapatnya tentang Galuh yang sudah bikin heboh tersebut."

"Sangat ironis sekali kalau sampai ada yang mau mengongkosinya,” ujar seniman Ciamis, Hendra S Marcusi kepada Tribun usai pertemuan dan ziarah sesepuh Galuh ke Situs Karangkamulyan Minggu (16/2/2020) sore.

Menurutnya, tokoh yang perlu diundang ke Ciamis adalah para ahli sejarah dari berbagai perguruan tinggi semisal Prof Nina Lubis, Prof H Subarna dan lainnya serta para arkeolog untuk meneliti sejarah Galuh.

Mereka itu, ucapnya, bisa meneliti soal sejarah Galuh sejak Galuh Purba, Galuh Abad 14, dan Galuh zaman penjajahan serta Ciamis sekarang.

Profil Ridwan Saidi, Budayawan Ternama yang Diprotes Keras Warga Ciamis, Kerap Tuai Kontroversi

Sebut Kerajaan Galuh Tidak Ada, Ridwan Saidi Ditantang ke Ciamis, Emil Jengkel Minta Babe Minta Maaf

“Apa benar Galuh itu ada atau tidak. Susun buku tentang sejarah Galuh tersebut sebagai pegangan generasi muda. Itu yang lebih penting. Biarkanlah Ridwan Saidi dengan pendapatnya,” kata mantan Ketua Komisi IV DPRD Ciamis tersebut.

Sementara Rd Mukhtar dari Balai Budaya Putra Galuh hal yang mendesak tidak hanya buku sejarah tentang Galuh dan Ciamis.

“Perlu adanya mata ajaran muatan lokal tentang kegaluhan mulai dari tingkat SD, SMP maupun SMA. Sekarang kan baru Unigal yang mempunyai mata kuliah kegaluhan,” ujar Rd Mukhtar pada kesempatan yang sama.

Munculnya pendapat Ridwan Saidi yang kini membuat heboh tersebut, katanya merupakan momen untuk berbenah diri, bersatu dan bangkit untuk mengangkat harkat martabat Galuh.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved