Lima Mahasiswi Unikom Magang di KBRI Laos dan Siap Gelar Workshop Kerajinan etnik

Lima mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Politik jurusan Hubungan Internasional Universitas Komputer (Unikom) Bandung magang di negara Laos.

Lima Mahasiswi Unikom Magang di KBRI Laos dan Siap Gelar Workshop Kerajinan etnik
Istimewa
Lima mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Politik jurusan Hubungan Internasional (FISIP HI) Universitas Komputer (Unikom) Bandung magang di negara Laos. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR, BANDUNG - Lima mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Politik jurusan Hubungan Internasional (FISIP HI) Universitas Komputer (Unikom) Bandung magang di negara Laos.

Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (IHI) Dr Dewi Triwahyuni , mengatakan ,Unikom mengadakan kerja sama dengan KBRI Laos, terkait kesepakatan pengiriman mahasiswa magang.

"Penandatanganan kerja sama dilakukan beberapa hari lalu di gedung Wonderfull Indonesia Center, Vientiane ibu kota Laos," ujar Dewi di Unikom Jalan Dipatiukur , Senin (17/2/2020).

Unikom Resmi Dapatkan Izin Kelola King Sejong Institute di Bandung

Menurut, Dewi sebelum penandatangan, terlebih dulu dilakukan penjajakan kerja sama saat duta besar RI R.P Pratito Soeharyo melakukan kunjungan ke IHI Unikom Agustus 2019.

Waktu itu ada kegiatan The Diplomat Talk yaitu program kerja prodi IHI mendatangkan expert maupun praktisi dari Kementerian Luar Negeri RI setiap semesternya.

"MoU di bidang pendidkan dan kebudayaan implementasinya kami kirim 5 mahasiswi magang praktek di KBRI Laos," ujar Dewi.

Dewi mengatakan, Duta Besar Dr. R.P Pratito Soeharyo menyambut baik inisiasi kerjasama , selain bertujuan memajukan bidang pendidikan, sosial dan budaya, kerjasama yang terjalin dinilai dapat meningkatkan people to people contact antara Laos dan Indonesia serta meningkatkan peran negara dalam kancah hubungan internasional.

Menurut, Dewi selain magang pihaknya mengadakan pengabdian masyarakat diplomasi kebudayaan melalui workshop kerajinan etnik, peserta yang hadir bukan hanya warga Indonesia tapi sekaligus warga negara asing.

"Lima mahasiswi magang di Laos selama satu bulan untuk menginisiasi persiapan kedepannya magang selama 3-6 bulan," ujarnya.

Mahasiswa Unikom Ciptakan Comrades, Aplikasi Penyedia Layanan HIV/AIDS

Kelima mahasiswa yang dikirim itu kata Dewi, sudah melalui beberapa tahap seleksi mulai dari nilai IPK, bagi mahasiswa tingkat 4 semester, berprestasi, aktif dan bisa berbahasa Inggris dan Francis.

"Mahasiswa yang magang harus aktif karena nanti dipindah pindah ke bidang protokoler, politik, ekonomi, sosial, budaya, " ujar Dewi.

Menurut Dewi, di Laos lebih banyak menggunakan bahasa Francis sebagai bahasa kedua setelah bahasa negerinya Laos.

Uniknya di KBRI di Laos, ada program per enam bulan belajar bahasa Indonesia, peminatnya 100 orang asing.

Dewi memiliki rencana memberikan beasiswa untuk jenjang S-1 kepada 2 sampai 5 mahasiswa asal Laos, belajar di Unikom. (tiah sm)

Penulis: Tiah SM
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved