Khawatir Terpapar Virus Corona, Pekerja Migran Asal Indramayu Minta Agar Pemkab Beri Bantuan Masker

Terus menyebarnya virus corona baru, Covid-19 ke berbagai negara di luar daratan Cina membuat banyak pekerja migran Indonesia khawatir

Khawatir Terpapar Virus Corona, Pekerja Migran Asal Indramayu Minta Agar Pemkab Beri Bantuan Masker
Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Penerimaan bantuan masker dari Pemkab Indramayu kepada SBMI Cabang Indramayu dan Keluarga Migran Indramayu saat pelaksanaan apel di Alun-alun Indramayu, Senin (17/2/2020). Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih (baju hitam). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU- Terus menyebarnya virus corona baru, Covid-19 ke berbagai negara di luar daratan Cina membuat banyak pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKI asal Kabupaten Indramayu khawatir.

Hal itu disampaikan Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih kepada Tribuncirebon.com seusai penyerahan bantuan masker dari Pemkab Indramayu di Alun-alun Indramayu, Senin (17/2/2020).

Juwarih mengatakan, pihaknya banyak mendapat pengaduan terkait kekhawatiran para PMI soal virus corona, terutama para pekerja di negara penempatan seperti Taiwan, Hong Kong, dan Singapura.

"Awalnya itu, banyak dari temen-temen pekerja migran di negara Taiwan, Hong Kong, dan Singapura mengadu ke kita agar pemerintah Indramayu segera memberi bantuan," ujar dia.

Atas dasar tersebut, SBMI Cabang Indramayu segara menindaklanjuti dengan mengajukan permohonan ke Disnaker Kabupaten Indramayu untuk pengadaan masker.

"Alhamdulillah pengaduan dari kami direspons," ujar dia.

Mengaku Kekurangan Stok Masker, TKI Asal Magetan di Hong Kong Minta Bantuan Pemkab

Korban Meninggal Virus Corona Capai 1.765 Orang, Jumlah Kematian per Hari Diklaim Menurun

Dikisahkan Juwarih, para PMI di sana kesulitan mendapatkan masker karena jumlah yang mulai langka, sehingga membuat harga masker pun melambung tinggi.

Juwarih tidak menyebutkan secara pasti berapa harga masker di sana, namun harganya sudah menyentuh nominal ratusan ribu rupiah per boks.

Sesuai kebijakan pemerintah di negara-negara tersebut, diketahui mereka mewajibkan warga sipil untuk mengenakan masker setiap beraktivitas di luar rumah.

Hal ini guna mencegah semakin tersebarnya virus mematikan tersebut.

Juwarih juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Indramayu yang sudah merespons permintaan para PMI di negara penempatan.

Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Indramayu Taufik Hidayat melalui Sekda Kabupaten Indramayu Rinto Waluyo menyerahkan bantuan sebanyak 5.000 masker untuk PMI di Taiwan, Hong Kong, dan Singapura.

Penyerahkan itu dilakukan secara simbolis kepada SBMI Cabang Indramayu dan Keluarga Migran Indramayu saat pelaksanaan apel di Alun-alun Indramayu, Senin (17/2/2020).

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved