Dana BOS Telat Cair, Kepala SDN Bojongasih Bandung Gadaikan Perhiasan

Anggaran Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) dari pemerintah kerap telat turun, sehingga kepala sekolah harus pontang panting mencari dana talang supaya

Dana BOS Telat Cair, Kepala SDN Bojongasih Bandung Gadaikan Perhiasan
Tribun Jabar/Lutfi AM
SDN Bojongasih yang berada di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkoloyt, Kabupaten Bandung, terendam Banjir, Minggu (16/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggaran Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) dari pemerintah kerap telat turun, sehingga kepala sekolah harus pontang panting mencari dana talang supaya sekolah tetap berjalan.

Salah satu sekolah yang harus mencari dana talangan adalah SDN Bojongasih yang berada di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Kepala SDN Bojongasih, Ike Heldarika, mengatakan bahwa ia mencari dana talangan karena sekolah harus tetap beroperasi meski dana BOS telat turun.

"Saya cari dana talang untuk sekolah, yang yang ada di rumah saja," ujar Ike, di Aula Desa Dayeuhkolot, yang dijadikan kelas sementara karena SDN Bojongasih kebanjiran, Senin (17/2/2020).

Aset SDN Bojongasih Bandung Terendam Banjir, Sekolah Berharap Bantuan untuk Renovasi

Ike mengaku menggadaikan sejumlah perhiasan untuk menalangi kekurangan dana untuk operasional sekolah.

"Ini abis, ya digadaikan semua perhiasan, tapi enggak dijual," ujar Ike, sambil memperlihatkan tangannya, yang saat itu tanpa ada cincin atau gelang pun.

Ia mengatakan akan segera mengambil perhiasan itu kembali begitu dana BOS turun karena perhiasan itu milik suaminya.

Selain itu kata Ike, kebetulan di sekolahnya ada guru yang aktif di koperasi.

"Kami pinjam (dana) ke situ (koperasi), selain dari menggadaikan perhiasan saya," kata Ike.

Halaman
12
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved