Bocah yang Terseret Aliran Sungai Ciputrahaji yang Mendadak Deras Belum Ditemukan

Upaya pencarian yang dilakukan warga dan Tim SAR Gabungan sampai menjelang petang Senin (17/2) pukul 17.30 sore belum membuahkan hasil.

Bocah yang Terseret Aliran Sungai Ciputrahaji yang Mendadak Deras Belum Ditemukan
Istimewa
Warga dan petugas SAR menyisir Sungai Ciputrahaji mencari Alfan Nursita (12) murid kelas VI MI Sukajadi Pamarican yang terseret arus Sungai Ciputrahaji yang mendadak deras Minggu (16/2/2020) sekitar pukul 11.00. Sampai Senin (17/2/2020) siang korban belum ditemukan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Upaya pencarian yang dilakukan warga dan tim SAR Gabungan sampai menjelang petang Senin (17/2) pukul 17.30 sore belum membuahkan hasil.

Alfan Nursita (12) warga Desa Sukajadi Pamarican Ciamis yang terseret caah dengdeng (arus sungai mendadak deras) saat mandi-mandi bersama Sembilan temannya di Sungai Cipurahaji Blok Sukamukti Minggu (16/2) pukul 11.00 siang.

“Penyisiran Sungai Ciputrahaji  sudah dilakukan sampai sejauh 20 km mulai dari lokasi kejadian sampai Jembatan Hejo Purwodadi. Tapi belum membuahkan hasil. Pencarian dilanjutkan besok (hari ini, Selasa 18/2),” ujar Yayan Babeh, relawan SAR Satgas Pusdalops BPBD Ciamis kepada Tribun Senin (17/2/2020) malam.

SAR gabungan yang terdiri dari anggota SAR dari BPBD Ciamis, BPBD Banjar, Tagana, PMI Ciamis dan Banjar, SAR MTA, Basarnas Pos Tasikmalaya, anggota Polsek dan Koramil Pamarican, Polsek Banjarsari, Scout Resceu dan potensi SAR lainnya bersama warga sejak pagi sampai sore Senin (17/2) melakukan penyisiran alur Sungai Ciputrahaji.

Pencarian dilakukan mulai lokasi kejadian Blok Sukamukti sampai Jembatan Hejo Purwodadi  (20 km) belum membuahkan hasil.

Penyisiran dilakukan dengan menggunakan empat perahu karet. Karena cuaca sudah mulai gelap, sekitar pukul 17.30 pencarian dihentikan sementara, untuk dilanjutkan kembali Selasa (18/2) pagi ini.

Tim SAR Bandung melakukan pencarian di Sungai Ciputrahaji desa Sukamukti, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Senin (17/2/2020).
Tim SAR Bandung melakukan pencarian di Sungai Ciputrahaji desa Sukamukti, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Senin (17/2/2020). (foto SAR Bandung via Kompas)

Nafas menimpa Alfan Nursita (12) terjadi ketika murid kelas VI MI Sukajadi Pamarican tersebut, Minggu (16/2) siang sekitar  pukul 11.00 mandi-mandi bersama Sembilan orang teman seusianya di Sungai Ciputrahaji (anak Sungai Ciseel) di Blok Sukamukti.

Tiba-tiba anak Sungai Ciseel tersebut mendadak besar (caah dengdeng). Sembilan korban berhasil menyelematkan diri, namun nahas bagi Alfan Nursita (12).

Murid kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sukajadi tersebut tak berhasil menyelamatkan diri, terseret arus Ciputrahaji yang mendadak deras.  Upaya yang dilakukan warga bersama berbagai potensi SAR yang melakukan pencarian sampai Minggu (16/2) petang belum membuahkan hasil.

Seorang Bocah di Ciamis Hilang Terbawa Arus Sungai Ciputrahaji

Arus Sungai Ciputrahaji di Ciamis Mendadak Deras, 10 Anak yang Asyik Mandi Terseret, 1 Hilang

 Pencarian yang dilanjutkan Senin (17/2) sampai sore yang melibatkan warga dan dibantu 24 orang relawan potensi SAR dari BPBD Ciamis, BPBD Banjar, Tagana Ciamis dan Tagana,  PMI Ciamis dan PMI Banjar, Basarnas Pos Tasikmalaya, SAR MTA, Scout Rescue, potensi SAR Pangandaran, TNI/Polri, Banser Pamarican melakukan pencarian gabungan dengan menggunakan empat perahu karet juga belum membuahkan hasil. 

Sementara itu pada hari yang sampai Minggu (16/2) sekitar 14.00 warga menemukan dua bocah laki-laki tenggelam di kolam milik Ilyas (75) di Dusun Cidewa Desa Dewasari  Kecamatan Cijeungjing.

Masing-masing N Azka Setiawan (6) dan M Noval Fadil Mutaqien (7) warga Dusun Cidewa yang juga murid MI di Dewasari. Kedua korban sempat dibawa ke RSU Ciamis namun nyawanya tak tertolong lagi.

Waktu kejadian kedua korban ikut orang tuanya yang lagi mempersiapkan benih padi untuk ditanam (nandur). Namun-namun tiba-tiba menghilang, orang tua korban sempat menduga anaknya tersebut pulang duluan ke rumah.

Tetapi di rumah tidak ada. Hanya beberapa jam kemudian, ternyata kedua bocah malang tersebut ditemukan sudah tenggelam di dasar kolam sedalam 1,5 meter (andri m dani)

Penulis: Andri M Dani
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved