Tanggap Darurat Bencana Menyusul Longsor di Tol Cipali, Jasa Marga: Sampai 2 Minggu ke Depan

Humas PT Jasa Marga Nandang Elan, mengatakan, penetapan status tanggap darurat bencana tersebut akan dilakukan hingga 2 pekan kedepan.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
istimewa
Longsor di Hegarmanah yang beberapa meter saja dari Tol Purbaleunyi. Pihak Jasa Marga melibatkan tim ahli untuk menangani longsor tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi telah menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul adanya longsor di samping tebing Jalan Tol Cipularang KM 118+600 arah Jakarta.

Longsor yang terjadi pada Selasa (11/2/2020) itu menerjang Kampung Hegarmanah, RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), hingga menyebabkan area perasawahan tertimbun lumpur dan rumah 10 rumah warga rusak.

Humas PT Jasa Marga Nandang Elan, mengatakan, penetapan status tanggap darurat bencana tersebut akan dilakukan hingga 2 pekan ke depan.

"Tanggap darurat sampai 2 minggu dan pengerjaan permanennya terus dilakukan, waktunya belum bisa tentukan sampai kapan," ujarnya kepada Tribun Jabar melalui pesan singkat, Minggu (16/2/2020).

Ia mengatakan, untuk melakukan penanganan longsor tersebut memang perlu waktu yang cukup lama, sehingga Jasa Marga terus mendapat masukan tekhnis pengerjaan dari konsultan.

Sebelumnya, General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Pratomo Bimawan Putra, mengatakan, untuk sementara ini telah dilakukan pengujian sondir pada area longsoran untuk mengetahui karakteristik tanah.

"Selanjutnya, direncanakan penanganan lereng dengan melakukan perkuatan menggunakan boredpile dan retaining wall untuk menstabilkan kondisi lereng, serta melakukan penataan saluran air dan perbaikan saluran irigasi," ujar Pratomo.

Selain itu, PT Jasa Marga bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance, dibantu Ditjen Bina Marga dan BBWS Citarum, Kementerian PUPR serta Tim Ahli telah menyusun rencana penanganan baik untuk penanganan sementara, maupun untuk penanganan permanen.

"Di antaranya pengujian tanah, pemasangan, boredpile hingga penyediaan sheetpile, baja dan alat pancangnya sebagai alternatif penanganan jika terjadi kondisi darurat," katanya.

Bahkan, pihaknya juga menangani genangan air dengan menggunakan 5 buah pompa dengan kapasitas total 450 liter detik dan pembersihan material lumpur untuk normalisasi saluran dengan mengoperasikan 3 unit excavator.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved