Anak Perusahan BUMD Jabar Jasa Sarana Segera Lepas Obligasi Syariah

“PT Jasa Sarana akan mengusung PT Jasa Medivest sebagai pengelola limbah B3 medis yang proper, agar siap dijajal sukuk dalam waktu dekat,” kata Wais

Anak Perusahan BUMD Jabar Jasa Sarana Segera Lepas Obligasi Syariah
Istimewa
Direktur Keuangan PT Jasa Sarana Mohammad Wais Fansuri 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- BUMD PT Jasa Sarana melalui anak perusahaannya PT Jasa Medivest berencana menarik dana publik dengan melepas sukuk atau obligasi syariah.

Pelepasan obligasi syariah dinilai sebagai langkah tepat meraih pendanaan publik.

Direktur Keuangan PT Jasa Sarana Mohammad Wais Fansuri mengatakan melalui langkah ini, BUMD Jasa Sarana melaksanakan peran sebagai agent of development untuk mendukung pertumbuhan perekonomian di Jawa Barat.

“PT Jasa Sarana akan mengusung PT Jasa Medivest sebagai pengelola limbah B3 medis yang proper, agar siap dijajal sukuk dalam waktu dekat,” kata Wais Fansuri melalui ponsel, Minggu (16/2/2020).

Wais mengatakan skema keuangan yang dipilih PT Jasa Sarana rencananya berupa tipe instrumen Sukuk Ijarah PT Jasa Medivest I dan II. Pihaknya memproyeksikan struktur sukuk akan diupayakan tuntas dan dirilis pada 2021-2022.

Adapun kisaran nilai yang akan diterbitkan untuk PT Jasa Medivest antara lain nilai investasi incinerator 1 sebesar Rp 30 miliar dan incinerator 2 sebesar Rp 65 miliar.

BUMD PT MUJ Upayakan Pemasangan Listrik Gratis bagi Warga Kurang Mampu di Jawa Barat

BUMD di Jabar Mulai Saling Kerja Sama, Wamen ESDM Minta Adanya Efisiensi

“Ke depannya, teknologi yang lebih maju akan diaplikasikan pasa pembangunan incinerator 3 dan incinerator 4 di Plant Dawuan, masing-masing akan bernilai investasi Rp 75 miliar,” katanya.

Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq mengatakan masih banyak rencana pengembangan bisnis yang bisa diunggulkan pihaknya meraih pendanaan publik, misalnya pada bidang bisnis telematika, jalan tol, dan infrastruktur.

“Tidak lain instrumen pendanaan infrastruktur tentunya akan jadi solusi dalam mengelola prospek bisnis, sekaligus mendukung program pembangunan jangka menengah dan jangka panjang dari Pemprov Jawa Barat,” katanya.

Pohaknya mengatakan BUMD Jasa Sarana memiliki Entry Barrier yang sangat besar dan potensial. Kelak, aset strategis diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian.

“Kami optimistis proyeksi sukuk PT Jasa Medivest selaku perusahaan anak dari BUMD Jasa Sarana kelak akan jadi primadona, sebagai upaya konkret mewujudkan creative financing, baik dari sektor perbankan ataupun non perbankan,” ujar Hanif.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved