Profil Ridwan Saidi, Budayawan Ternama yang Diprotes Keras Warga Ciamis, Kerap Tuai Kontroversi

Seorang budayawan, Ridwan Saidi sedang menjadi perbincangan hangat. Hal ini terkait pernyataannya soal Kerajaan Galuh di Ciamis.

KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA
Budayawan Betawi Ridwan Saidi(KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA) 

"Ciamis penghasilannya apa? Pelabuhan di selatan kan bukan pelabuhan niaga. Sama dengan pelabuhan di Teluk Bayur. Bukan pelabuhan niaga. Hanya pelabuhan penumpang. Di Ciamis juga sama, lalu dagang apa?" kata Saidi.

Untuk membiayai sebuah kerajaan, lanjut Saidi, harus ada indikator ekonomi tersebut.

Saidi juga menyampaikan, penamaan kata Galuh agak keliru. Kata dia, karena Galuh berarti brutal.

"Sunda Galuh saya kira agak keliru penamaannya," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kamis (13/2/2020) sejumlah budayawan di Ciamis mengadakan pertemuan di Universitas Galuh.

"Tadi yang kumpul ada 200 orang dari berbagai elemen, kabuyutan dari Kuningan, Tasik, Banjar, Cilacap juga ada," ujar Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis, Yat Rospia Brata di Ciamis.

Yat mengaku tak menerima pernyataan Saidi yang menyebutkan bahwa di Ciamis tidak ada kerajaan karena indikator ekonomi.

"Dari mana punya argumentasi bahwa Ciamis indikator ekonomi enggak bagus hingga akhirnya tak ada kerajaan. Kerajaan di sini banyak," tegas Yat.

Yat menjelaskan, daerah itu memiliki dermaga di Karangkamulyan. Dermaga itu tempat keluar masuknya barang dagang dari Cilacap.

"Kopi, lada dan sebagainya. Dia (Saidi) enggak tahu," ujar (Kompas.com)

Penulis: Widia Lestari
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved