Profil Ridwan Saidi, Budayawan Ternama yang Diprotes Keras Warga Ciamis, Kerap Tuai Kontroversi

Seorang budayawan, Ridwan Saidi sedang menjadi perbincangan hangat. Hal ini terkait pernyataannya soal Kerajaan Galuh di Ciamis.

KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA
Budayawan Betawi Ridwan Saidi(KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA) 

Ternyata bukan kali ini saja Ridwan Saidi melontarkan pernyataan kontroversial, sebelumnya ia pun sempat mendapatkan protes juga.

Masih dilansir dari sumber yang sama, Ridwan Saidi disebut pernah memberikan pernyataan terkait Raden Fatah dan Sultan Trenggono adalah orang Yahudi.

Pernyataan itu membuat para mahasiswa protes sehingga pada 5 September 2019, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menggelar aksi di depan Masjid Agung Demak.

Selain itu, ada lagi pernyataan kontroversi lain yang dilontarkan Ridwan Saidi, yaitu menyebut Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan fiktif.

Ucapan yang disebut disampaikan sang budayawan dalam channel Macan Idealis, pada 23 Agustus 2019 ini bahkan sempat menjadi sorotan juga.

Hal ini membuat sejarawan Sumatera Selatan, Vebry Al Lintani berkomentar dan berargumen terkait fakta sejarahnya. (Tribunjabar.id)

Pernyataan Ridwan Saidi Soal Ciamis

Di kanal Youtube Macan Idealis yang diunggah pada Rabu (12/2/2020), budayawan Betawi, Ridwan Saidi menyebutkan bahwa dahulu kala tidak ada Kerajaan Galuh di Ciamis.

"Mohon maaf ya dengan saudara-saudara di Ciamis. Di Ciamis itu enggak ada kerajaan," kata Ridwan Saidi pada tayangan video tersebut.

Menurut Saidi, petunjuk adanya kerajaaan bisa dilihat dari indikator ekonomi dan dia mempertanyakan apakah ada penghasilan dari daerah Ciamis.

Halaman
1234
Penulis: Widia Lestari
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved