Pemerintah Indonesia Mengawal Kepulangan 238 WNI Usai Observasi dari Natuna ke Daerah Masing-masing

Melalui keterangannya, Presiden Joko Widodo sebelumnya telah memastikan bahwa para peserta WNI tersebut sehat dan ceria

Pemerintah Indonesia Mengawal Kepulangan 238 WNI Usai Observasi dari Natuna ke Daerah Masing-masing
KOMPAS.COM/HADI MAULANA
Beberapa hari menjelang berakhirnya proses observasi dan karantina yang dilakukan di hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) terhadap 238 WNI dari Wuhan, China dan 47 tim penjemput. 700 personil yang tergabung dalam misi kemanusiaan ini, yakni Komando Tugas Gabungan Terpadu Operasi Kemanusiaan Natuna (Kogasgabpad) dikunjungi Panglima TNI dan Kapolri, Kamis (13/2/2020) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, NATUNA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengawal kepulangan 285 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Natuna, Kepulauan Riau, setelah menjalani proses observasi, Sabtu (15/2/2020).

Observasi kesehatan yang dijalani para peserta WNI tersebut dipantau secara ketat 24 jam sesuai standar protokol Badan Kesehatan Dunia (WHO) selama 14 hari, terhitung sejak mereka dijemput dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terkait Virus Corona (COVID19/2019-nCov) pada Sabtu (1/2) lalu.

Selama menjalani observasi, para peserta yang lebih banyak merupakan mahasiswa itu diberikan jaminan dan layanan fasilitas memadai serta mengutamakan kenyamanan. Bahkan selama proses observasi mereka tetap bisa mengikuti perkuliahan secara online, berolahraga, bermusik dan berinteraksi sesuai yang dilakukan sehari-hari.

MUNCUL VIRUS BARU yang Lebih Mematikan dari Virus Corona, Cuma 48 Jam Korban yang Terinfeksi Tewas

Ahli Kesehatan Australia: Kemungkinan Indonesia Sudah Tercemar Virus Corona, tapi Tak Terdeteksi

Setelah mengikuti proses observasi, sebanyak 277 orang yang terdiri dari 238 warga, 5 orang dari KBRI yang bertugas mencari warga di Wuhan, kemudian 18 orang kru Maskapai Batik Air dan TNI AU, 11 orang tim Kesehatan RSPAD dan tim Kemenkes yang bertugas selama observasi dan 5 orang pengamanan Mabes TNI tersebut dinyatakan dalam keadaan sehat dan bugar. Kondisi tersebut tidak berbeda seperti saat sebelum mereka menjalani observasi sebagai prosedur yang harus dilakukan sesuai standar WHO usai dijemput dari RRT.

Melalui keterangannya, Presiden Joko Widodo sebelumnya telah memastikan bahwa para peserta WNI tersebut sehat dan ceria selama menjalani rangkaian observasi yang dijaga ketat sesuai protokol kesehatan WHO hingga selesai.

"Itu proses protokol kesehatan dari WHO yang kita ikuti secara ketat. Karantina di Natuna juga ketat diawasi, dicek harian. Sekarang sudah 14 hari, memang protokolnya seperti itu," ujar Presiden dalam keterangannya di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (14/2).

Hal tersebut sekaligus menepis kekhawatiran mengenai kondisi para WNI selepas kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

“Kalau sekarang mereka kembali ke masyarakat itu dipastikan bahwa prosedur (observasi) telah dilalui. Saya harapkan masyarakat bisa menerima apa adanya karena mereka sudah melalui observasi selama 14 hari. Tidak perlu takut. Terima (mereka) apa adanya. Tidak ada masalah,” tuturnya.

Apa yang disampaikan Kepala Negara tersebut juga dikonfirmasi oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sesaat sebelum berangkat mengawal kepulangan para WNI dari Natuna di Bandara Halim Perdanakusuma bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Doni Monardo dan tim pendukung lainnya.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved