Harga Telur Ayam dan Ayam Ras di Sentra Produksi di Ciamis Terus Naik, Segini Kenaikannya

Dalam dua pekan ini harga telur ayam ras dan ayam ras pedaging jenis broiler (BR) di tingkat peternak

Harga Telur Ayam dan Ayam Ras di Sentra Produksi di Ciamis Terus Naik, Segini Kenaikannya
tribunjabar/andri m dani
Harga ayam ras pedaging jenis broiler (BR) di tingkat peternak di Ciamis terus bergerak naik dan sudah menembus di atas biaya pokok produks 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Dalam dua pekan ini harga telur ayam ras dan ayam ras pedaging jenis broiler (BR) di tingkat peternak di sentra produksi Ciamis terus bergerak naik.

Harga telur di kandang akhir Januari lalu masih Rp 19.500/kg, namun dalam tiga hari ini sudah berkisar antara Rp 23.300 sampai Rp 23.500/kg

Sementara dalam kurun waktu yang sama harga ayam ras pedaging jenis broiler (BR) naik menggembirakan. Semula Rp 17.500/kg naik jadi  Rp 19.500 sampai Rp 20.000/kg.

“Sejak  Kamis (13/2) harga telur ayam ras di tingkat peternak sudah menembus angka kisaran Rp 23.300/kg,” ujar Sekjen  Perkumpulan Peternak Ayam Priangan (PPAP) Ir H Kuswara Suwarman MBA kepada Tribun, Sabtu (15/2/2020).

Tiket Laga Persib Bandung vs Persis Solo Ludes Terjual, Korwil Sempat Minta Tambahan Tiket untuk VIP

Harga telur ayam ras di kisaran Rp 23.300/kg tak hanya di Ciamis dan Tasikmalaya saja, tetapi merata di sentra produksi telur ayam ras di Jabar yakni di kisaran Rp 23.300 sampai Rp 23.500/kg.

Sedangkan harga ayam pedaging jenis broiler (BR) kata Kuswara juga naik cukup signifikan. Harga ayam BR di kandang peternak Sabtu (8/2) masih berkisar di angka Rp 17.500 – Rp 17.800/kg. Dan pada hari Rabu (12/2) sudah bertengger diangka Rp 19.500 – Rp 20.000/kg. Sedikit di atas biaya pokok produksi (BPP) yakni berkisar antara Rp 18.500 – Rp 19.000/kg.

“Sampai hari ini harga ayam BR di kandang masih di kisaran Rp 19.500 sampai Rp 20.000/kg. Mudah-mudahan besok naik lagi,” katanya.       

Terjadinya kenaikan harga ayam BR di tingkat peternak ini kata Kuswara sebagai dampak dari “cutting” atau pembatasan jumlah DOC (day old chick) sehingga stok terkendali. Dalam dari pengurangan jumlah DOC yang beredar menjelang akhir Januari lalu sebanyak 13 juta ekor.

Dengan adanya kenaikan harga ini katanya diharapkan peternak kembali bergairah mengisi kandang ayam mereka.

Keracunan di Acara Hajatan, Begini yang Dirasakan Korban Sebelum Dilarikan ke Rumah Sakit

Meski harga ayam BR sudah mulai naik namun menurut H Kuswara, dengan kondisi cuaca yang beberapa minggu terakhir sering turun hujan disertai angin kencang cukup berpengaruh pada indek pertumbuhan ayam. Ayam lebih banyak  makan untuk mempertahankan suhu tubuh.

“Dalam usia siklus 30 hari, ayam yang dipanen cenderung kecil hanya diukuran 1,3 kg/ekor. Ayamnya kate, kecil. Pertumbuhan tidak optimal. feed konversi jadi  besar. Untuk mendapatkan bobot ayam hidup 1kg dibutuhkan pakan 1,5 kg sampai 1,7 kg. Sekarang harga DOC Rp 5.000/ekor. Dengan harga ayam di kandang di kisaran Rp 19.500 sampai Rp 20.000/kg,  ya plus plos lah untuk peternak,” jelas H Kuswara yang juga pengelola perusahaan peternakan Tanjung Mulya Grup Panumbangan Ciamis ini. 

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved